Saturday, January 10, 2026
HomeBeritaMentan Amran: Swasembada Jagung Bukan Sekadar Produksi, tapi Solusi Sosial

Mentan Amran: Swasembada Jagung Bukan Sekadar Produksi, tapi Solusi Sosial

MEDIAAKU.COM – Upaya menekan angka kejahatan, kemiskinan, dan pengangguran perlu dilakukan sejak dari sumber permasalahan. Salah satu langkah strategis yang dinilai efektif adalah memperkuat sektor pertanian, khususnya melalui program swasembada jagung.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman belum lama ini saat menghadiri Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 di Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Bekasi.

‎Melansir laman Kementan, Jumat (9/1/2026) Menteri Pertanian menegaskan bahwa swasembada jagung tidak boleh dipandang sebatas pencapaian angka produksi. Lebih dari itu, program ini merupakan instrumen penting negara dalam menjawab persoalan sosial yang mendasar.

‎Menurutnya, peningkatan produksi jagung berkontribusi langsung pada penurunan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.Ia menjelaskan, ketika kemiskinan dan pengangguran dapat ditekan sejak awal, potensi terjadinya tindak kriminal juga akan ikut berkurang.

Pendekatan ini dinilai sebagai langkah pencegahan yang dilakukan dari hulu, bukan penanganan setelah masalah muncul di hilir. Dengan kata lain, penguatan sektor pertanian menjadi bagian dari strategi preventif untuk menciptakan ketertiban sosial.

‎Kebijakan percepatan tanam dan penguatan produksi jagung yang dijalankan pemerintah menunjukkan hasil positif. Dalam setahun terakhir, produksi jagung nasional mengalami peningkatan signifikan.

Pada semester pertama 2025, produksi bahkan melonjak hingga 20 persen, dengan total produksi sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 16,11 juta ton.

‎Badan Pusat Statistik mencatat produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada periode tersebut meningkat sekitar 6,44 persen atau setara 974 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini turut didukung oleh bertambahnya luas panen jagung nasional yang mencapai 2,72 juta hektare, atau naik 6,73 persen secara tahunan.

‎Melimpahnya produksi jagung juga membuka peluang ekspor. Menteri Pertanian menyebutkan, dengan potensi luas tanam sekitar 700 ribu hektare dan produktivitas rata-rata lima ton per hektare, Indonesia berpeluang menghasilkan lebih dari 3,5 juta ton jagung. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kesiapan Bulog dalam menyerap hasil panen petani.

‎Ke depan, tren positif produksi jagung diperkirakan terus berlanjut. Data BPS menunjukkan potensi produksi jagung pada Januari–Februari 2026 mencapai 3,14 juta ton dengan luas panen sekitar 0,53 juta hektare. Angka ini menandakan penguatan produksi nasional sejak awal tahun 2026.

‎Mentan Amran menegaskan bahwa kebijakan pertanian, khususnya pengembangan jagung, merupakan bagian dari strategi besar pembangunan nasional. Menanam jagung bukan sekadar menghasilkan pangan, tetapi juga menanam solusi sejak dini untuk membuka lapangan kerja, menekan kemiskinan, dan mencegah kejahatan sebelum berkembang di tengah masyarakat.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular