MEDIAAKU.COM – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa Taklimat Awal Tahun 2026 menjadi momen strategis bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi atas kinerja sepanjang 2025 sekaligus membaca kondisi bangsa di tengah dinamika global.
Melansir dari laman Kemenkoinfra, Senin (12/1/2026) Forum ini juga menjadi dasar dalam merumuskan sasaran prioritas yang akan dicapai pada 2026, khususnya di sektor infrastruktur dan pembangunan wilayah. Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat menghadiri Taklimat Awal Tahun 2026 yang dipimpin Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Menurut AHY, taklimat ini menjadi wadah penting untuk menyatukan perspektif seluruh unsur pemerintah dalam menghadapi tantangan global yang terus bergerak dinamis, tekanan ekonomi dunia, serta upaya pemulihan pascabencana yang masih berlangsung di sejumlah daerah di Indonesia.
Ia menilai forum tersebut tidak hanya menjadi sarana refleksi atas capaian dan kekurangan pada 2025, tetapi juga sebagai penguatan arah kebijakan agar pemerintah mampu merespons tantangan secara adaptif dan terkoordinasi.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kekompakan kabinet dan konsistensi kebijakan agar roda pemerintahan berjalan efektif dan tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.
Presiden juga mengingatkan bahwa di tengah berbagai tantangan global dan domestik, Indonesia memiliki potensi besar yang harus dijaga serta dikelola secara bertanggung jawab.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa upaya menghadirkan keadilan sosial, menekan angka kemiskinan, dan memastikan tidak ada masyarakat yang mengalami kelaparan merupakan tanggung jawab moral negara yang membutuhkan keberanian serta komitmen nyata.
Menanggapi arahan tersebut, Menko AHY menyampaikan bahwa pihaknya bersama lima kementerian teknis di bawah koordinasinya akan terus memperkuat sinergi lintas sektor. Fokus utama diarahkan pada percepatan penanganan pascabencana serta pemerataan pembangunan antarwilayah.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur ke depan harus dirancang semakin inklusif, memiliki ketahanan terhadap risiko bencana, dan mampu memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air.
Melalui Taklimat Awal Tahun 2026 ini, pemerintah kembali menegaskan komitmen menjaga stabilitas nasional, mempercepat pemulihan pascabencana, serta memastikan agenda pembangunan infrastruktur dan kewilayahan berjalan sejalan dengan kepentingan rakyat dan prinsip keadilan sosial.
Taklimat Awal Tahun 2026 dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan dihadiri oleh seluruh anggota Kabinet Merah Putih.(*/Stephany)

