Thursday, January 15, 2026
HomeSejarah & BudayaSiapa yang Pertama Kali Membuat Wine? Mengungkap Asal-Usul Minuman Tertua di Dunia

Siapa yang Pertama Kali Membuat Wine? Mengungkap Asal-Usul Minuman Tertua di Dunia

MEDIAAKU.COM – Sejarah wine adalah cerita panjang tentang bagaimana manusia belajar memanfaatkan alam, menyempurnakan rasa, dan menjadikan minuman fermentasi ini bagian dari budaya. Banyak ahli sepakat bahwa wine telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial, spiritual, dan ekonomi sejak ribuan tahun lalu.

Patrick E. McGovern, seorang arkeolog biomolekuler dari University of Pennsylvania, dalam bukunya “Ancient Wine: The Search for the Origins of Viniculture”, menjelaskan bahwa jejak pembuatan wine tertua ditemukan di wilayah Kaukasus dan Iran sekitar 6.000–7.000 tahun yang lalu. Bukti arkeologinya berupa tembikar yang masih menyimpan sisa-sisa asam tartrat, senyawa khas dari anggur.

Dari Timur Dekat, tradisi anggur menyebar ke Mesir kuno. Lukisan-lukisan di dinding makam Mesir menunjukkan proses pemerasan anggur, fermentasi, hingga penyimpanan dalam kendi.

Namun saat itu wine lebih sering dinikmati kalangan bangsawan dan pendeta karena dianggap memiliki nilai religius. Kemudian bangsa Yunani memberi dampak besar pada perkembangan wine, bukan hanya sebagai minuman, tetapi juga sebagai bagian dari filsafat dan pertemuan intelektual.

Ahli sejarah anggur Hugh Johnson dalam “The Story of Wine” menjelaskan bahwa orang Yunani mengembangkan teknik penyimpanan serta memperkenalkan budaya minum wine secara sosial, termasuk pengenceran dengan air agar tidak terlalu kuat.

Romawi melanjutkan inovasi ini dalam skala yang lebih besar. Mereka mengembangkan teknik budidaya anggur, memilih varietas terbaik, hingga mencatat detail mengenai tanah dan iklim.

Catatan Pliny the Elder, penulis Romawi, menjadi salah satu referensi tertua tentang vitikultur. Imperium Romawi membawa anggur ke seluruh Eropa,Prancis, Spanyol, dan Jerman,yang kemudian menjadi pusat produksi wine dunia hingga sekarang.

Pada Abad Pertengahan, peran Gereja Katolik sangat besar dalam menjaga keberlanjutan produksi wine. Biara-biara seperti yang dikelola para biarawan Benediktin dan Cistercian mengembangkan kebun anggur yang kelak terkenal, termasuk wilayah Burgundy.

Memasuki era modern, wine berkembang menjadi industri global. Teknologi fermentasi, kontrol suhu, dan metode penyimpanan yang lebih canggih membuat kualitas wine semakin konsisten.Selain itu, negara-negara di luar Eropa seperti Amerika Serikat, Australia, dan Chili mulai dikenal sebagai produsen penting.

Di balik sejarah panjangnya, wine bukan hanya produk fermentasi, tetapi juga cermin perkembangan manusia: dari eksperimen sederhana hingga pengetahuan ilmiah yang rumit.

Seperti wine yang butuh waktu untuk mencapai rasa terbaiknya, manusia pun membutuhkan proses untuk berkembang dan menemukan kualitasnya sendiri.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular