MEDIAAKU.COM – Awa Odori adalah tarian dan festival rakyat yang berasal dari wilayah lama bernama Tokushima Prefecture di pulau Shikoku, Jepang. Nama “Awa” merujuk pada provinsi lama itu, sedangkan “odori” berarti “tarian.” Festival ini kini menjadi yang terbesar di Jepang dalam jenisnya.
Asal-usul Awa Odori tidak bisa dipastikan secara tunggal ada beberapa teori. Salah satu teori terkenal menyatakan bahwa tarian itu bermula pada tahun 1586 ketika feodal lord Hachisuka Iemasa merayakan selesainya pembangunan Tokushima Castle.
Menurut cerita, Hachisuka Iemasa membagikan sake kepada warga, kemudian para warga yang mabuk mulai menari dengan ceria di jalanan dari situ berkembang menjadi tradisi yang dikenal sekarang.
Selain itu, ada teori lain yang mengatakan bahwa Awa Odori berkembang dari tradisi lebih tua seperti tarian religius Buddha (misalnya tarian dari era Kamakura) atau dari tarian rakyat kolektif lainnya seperti “furyu dance.”
Di abad ke-17 misalnya, terdapat catatan resmi pemerintahan feodal Awa yang menerapkan regulasi atas pesta tarian bon-odori menunjukkan bahwa dalam kurun itu, tarian rakyat sudah menjadi suatu tradisi besar di wilayah tersebut.
Namun dalam periode awal abad ke-20, tradisi ini sempat redup seiring kemunduran industri indigo yang dulu menopang perekonomian Tokushima. Kemudian, pada masa era Showa , pemerintah dan masyarakat mulai membangkitkan kembali Awa Odori sebagai identitas budaya dan atraksi wisata. Nama “Awa Odori” sendiri mulai dipopulerkan di masa itu.
Sejak dibangkitkan ulang, Awa Odori berkembang pesat tidak hanya di Tokushima, tetapi juga di berbagai daerah Jepang, bahkan hingga ke kota besar seperti Tokyo. Meski demikian, pusatnya tetap di Tokushima, di mana setiap tahun antara 12–15 Agustus ribuan penari dan jutaan penonton berkumpul dalam perayaan penuh warna dan musik.
Tarian Awa Odori biasanya dilakukan oleh kelompok penari, disebut “ren”, yang bergerak bersama di jalanan sambil diiringi musik tradisional: alat musik seperti flut, drum, shamisen, dan bel.
Ada dua gaya tarian gaya pria dan gaya wanita serta penampilannya khas: pria menari dengan gerakan rendah dan energik, sedangkan wanita menari dengan gerakan lebih anggun dan elegan.
Dikutip dari wikipedia,Penari wanita menari dengan posisi tubuh tegak dan tangan yang digerak-gerakkan di atas kepala. Pria menari dengan pinggul direndahkan, serta gerakan tangan dan kaki yang dinamis.
Awa Odori mengajarkan bahwa budaya dan tradisi bisa menjadi fondasi identitas komunitas dari masa ke masa. Dari akar sebagai tarian rakyat sederhana, Awa Odori berkembang menjadi simbol kebersamaan dan kegembiraan kolektif.
Ini juga mengajarkan pentingnya melestarikan warisan budaya. Ketika industri dan perubahan zaman sempat meredupkan Awa Odori, masyarakat dan pemuka budaya berhasil menghidupkannya kembali menunjukkan bahwa tradisi bisa bangkit kembali jika dihargai dan dijaga bersama.
Akhirnya, Awa Odori mendorong rasa kebersamaan, sukacita, dan keberanian untuk merayakan hidup bersama yang universal dan relevan kapan pun dan di mana pun.(*/janu)

