MEDIAAKU.COM – Presiden Prabowo Subianto meresmikan proyek infrastruktur energi terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dalam sebuah acara yang berlangsung di Kantor PT Pertamina (Persero) Refinery Unit V, Balikpapan, Kalimantan Timur, belum lama ini. Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan serta kemandirian energi Indonesia.
Melansir dari BPMI Setpres, Rabu (14/1/2026) Proyek RDMP Balikpapan mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mewujudkan swasembada energi. Keberhasilan pengembangan kilang ini sekaligus membuktikan kemampuan nasional dalam mengelola proyek strategis berskala besar dengan standar internasional.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menilai peresmian RDMP Balikpapan sebagai momen bersejarah bagi Indonesia. Ia menyampaikan rasa bangga serta apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari para insinyur, pekerja lapangan, aparat keamanan, pemerintah daerah, manajemen Pertamina, hingga masyarakat Balikpapan dan Kalimantan Timur.
Presiden menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan prestasi penting bagi bangsa, karena berkontribusi langsung terhadap penguatan sektor energi nasional yang berkelanjutan.
RDMP Balikpapan sendiri menelan investasi sebesar USD 7,4 miliar atau sekitar Rp123 triliun. Proyek ini meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah dari sebelumnya 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari, sehingga memperkuat pasokan energi dalam negeri.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menambahkan bahwa peningkatan kapasitas kilang juga dibarengi dengan peningkatan mutu produk. Kilang Balikpapan kini mampu menghasilkan bahan bakar minyak berstandar Euro 5 yang lebih ramah lingkungan dan mendukung target penurunan emisi.
Menurut Bahlil, keberadaan RDMP Balikpapan juga memberikan dampak ekonomi signifikan, salah satunya dengan potensi penghematan devisa negara yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp60 triliun. Hal ini menjadikan proyek tersebut tidak hanya penting secara strategis, tetapi juga menguntungkan bagi perekonomian nasional.(*/Stephany)

