MEDIAAKU.COM – Menjadi seorang ibu adalah peran yang penuh tanggung jawab, kasih sayang, dan pengorbanan. Namun, tidak semua ibu dapat menjalani perannya dengan selalu berada dekat bersama anak dan keluarga.
Sebagian ibu harus menjalani hubungan jarak jauh (long distance relationship) karena tuntutan merantau, baik untuk bekerja maupun alasan ekonomi. Kondisi ini sering kali menjadi pilihan yang berat, tetapi terpaksa diambil demi kesejahteraan keluarga.
Menurut Kartono dalam bukunya “Psikologi Wanita”, ibu memiliki peran emosional yang sangat kuat dalam keluarga, terutama dalam membangun rasa aman dan kasih sayang pada anak.
Ketika seorang ibu harus merantau, jarak fisik dapat menimbulkan rasa rindu, cemas, dan bersalah. Ibu sering merasa kehilangan momen penting dalam tumbuh kembang anak, seperti menemani belajar, merawat saat sakit, atau sekadar berbagi cerita sehari-hari.
Perasaan ini menjadi beban emosional yang tidak mudah diungkapkan.Meski demikian, hubungan jarak jauh tidak selalu berarti hilangnya peran seorang ibu. Dengan perkembangan teknologi, komunikasi dapat tetap terjalin melalui telepon atau video call.
Menurut Santrock dalam “Life-Span Development”, kualitas hubungan tidak hanya ditentukan oleh kedekatan fisik, tetapi juga oleh keterlibatan emosional dan komunikasi yang konsisten. Ibu yang merantau tetap dapat menunjukkan perhatian, dukungan, dan kasih sayang meski dari kejauhan.
Tantangan lain yang dihadapi ibu dalam hubungan jarak jauh adalah kelelahan fisik dan mental. Tuntutan pekerjaan, adaptasi dengan lingkungan baru, serta rasa rindu pada keluarga sering menimbulkan stres.
Namun, di balik semua kesulitan tersebut, terdapat ketegaran dan kekuatan seorang ibu yang berjuang demi masa depan anak-anaknya. Pengorbanan ini menjadi bentuk cinta yang tidak selalu terlihat, tetapi sangat bermakna.
Cinta seorang ibu tidak diukur dari jarak, melainkan dari ketulusan dan pengorbanan. Anak dan keluarga perlu memahami bahwa kepergian ibu untuk merantau bukan karena keinginan meninggalkan, tetapi demi memberikan kehidupan yang lebih baik.
Dengan saling percaya, komunikasi yang baik, dan doa, jarak dapat menjadi ujian yang justru memperkuat ikatan keluarga.(*/janu)

