MEDIAAKU.COM – Di tengah agenda kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Inggris, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menjalankan serangkaian kegiatan diplomasi pendidikan yang menitikberatkan pada penguatan kerja sama akademik internasional. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
‎Melansir laman Kemdiktisaintek, Rabu (21/1/2026) Agenda tersebut mempertemukan Mendiktisaintek dengan diaspora Indonesia, kalangan profesor dan peneliti, serta mahasiswa penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) yang sedang menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Inggris.
‎Kehadiran delegasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendapat sambutan dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, serta jajaran KBRI London. Pertemuan tersebut menjadi titik awal berbagai diskusi strategis yang bertujuan memperluas kolaborasi pendidikan tinggi antara Indonesia dan Inggris.
‎Rangkaian kegiatan diawali dengan pertemuan dan diskusi bersama perwakilan University of Cambridge. Dalam forum ini, dibahas peluang kerja sama konkret, khususnya pengembangan riset bersama (joint research), pertukaran akademisi, serta penguatan kemitraan kelembagaan yang berkesinambungan. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong kemajuan sains dan teknologi sekaligus meningkatkan daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat global.
‎Selanjutnya, Mendiktisaintek berdialog dengan diaspora Indonesia, para peneliti, dan profesor yang menetap di Inggris. Diskusi berlangsung dinamis dengan membahas berbagai inisiatif kolaboratif, mulai dari optimalisasi program beasiswa, pengembangan skema dosen tamu, hingga perluasan kerja sama riset dan pengajaran dengan perguruan tinggi di Tanah Air. Dalam pertemuan ini, peran diaspora ditegaskan sebagai penghubung strategis dalam alih pengetahuan, inovasi, dan jejaring internasional.
‎Rangkaian diplomasi pendidikan tersebut ditutup dengan dialog bersama mahasiswa penerima BPI di London. Mahasiswa dari berbagai universitas menyampaikan pengalaman akademik, pandangan kritis, serta masukan terkait pengelolaan beasiswa dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi Indonesia. Aspirasi yang disampaikan dinilai penting sebagai bahan evaluasi dan perbaikan kebijakan ke depan.
‎Secara keseluruhan, kegiatan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjadikan diplomasi pendidikan sebagai bagian penting dari strategi pembangunan nasional. Melalui kerja sama internasional yang kuat dan berkelanjutan, Indonesia terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi, sains, dan teknologi agar mampu bersaing dan berkontribusi secara signifikan di tingkat global.(*/Stephany)

