MEDIAAKU.COM – Tekanan hidup bisa datang dari berbagai arah, mulai dari tuntutan pekerjaan, dinamika pertemanan, hingga persoalan keluarga. Dalam situasi seperti ini, munculnya emosi negatif merupakan hal yang wajar. Namun, cara setiap orang merespons tekanan tersebut bisa sangat berbeda.
‎Orang dengan kecerdasan emosional yang baik umumnya memiliki kesadaran diri yang tinggi. Mereka mampu mengenali perasaan negatif sejak awal dan memilih untuk menenangkan diri, alih-alih membiarkan emosi mengambil alih kendali.
‎Berikut beberapa kebiasaan yang kerap dilakukan orang cerdas saat menghadapi tekanan hidup, dirangkum dari Fast Company.
‎1.Mengenali Emosi dan Mengelola Stres
‎Orang cerdas tidak mengabaikan kondisi emosinya ketika tekanan meningkat. Mereka menyadari kapan stres mulai memengaruhi perasaan dan perilaku. Untuk mencegah emosi lepas kendali, mereka melakukan berbagai cara sederhana seperti mengambil jeda sejenak, berbagi cerita dengan orang terpercaya, atau melakukan aktivitas yang memberi rasa nyaman dan menyenangkan.
‎2.Memberi Waktu Sebelum Bereaksi
‎Dalam kondisi tertekan, banyak orang cenderung bereaksi spontan tanpa berpikir panjang. Padahal, otak membutuhkan beberapa detik agar bagian yang berfungsi untuk berpikir rasional dapat bekerja optimal. Orang cerdas memahami hal ini.
‎Alih-alih langsung bereaksi, mereka memilih menahan diri dan menenangkan pikiran terlebih dahulu. Dengan memberi ruang bagi proses berpikir, mereka dapat menilai situasi secara lebih jernih dan mengambil keputusan yang lebih bijak. Mereka juga peka terhadap batas emosinya dan tahu kapan harus beristirahat sebelum kembali menghadapi persoalan.
‎3.Menjaga Ketenangan dan Menetapkan Batasan
‎Bagi orang cerdas, meluapkan amarah saat berada di bawah tekanan bukanlah solusi. Mereka memilih bersikap tenang, mendengarkan dengan empati, serta menjaga sikap positif karena percaya hal tersebut dapat meredakan ketegangan.Selain itu, mereka juga mampu menetapkan batasan yang sehat.
‎Tekanan hidup tidak dibiarkan menguras energi secara berlebihan, sehingga mereka tetap memiliki kendali atas diri sendiri dan situasi yang dihadapi.(*/Stephany)

