Tuesday, January 27, 2026
HomeSejarah & BudayaSuara Tunggal, Kisah Kolektif: Pansori dalam Tradisi Gugak

Suara Tunggal, Kisah Kolektif: Pansori dalam Tradisi Gugak

MEDIAAKU.COM- Gugak adalah istilah yang digunakan untuk menyebut musik tradisional Korea yang telah berkembang selama ratusan tahun. Salah satu bentuk gugak yang paling terkenal adalah pansori.

Pansori merupakan seni pertunjukan vokal tradisional yang dibawakan oleh seorang penyanyi dan diiringi oleh seorang penabuh gendang. Seni ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana penyampaian nilai kehidupan dan cerita rakyat Korea.

Menurut Howard dalam bukunya “Korean Musical Instruments (1995)”, gugak mencerminkan kehidupan masyarakat Korea pada masa lampau, termasuk cara berpikir, perasaan, dan nilai-nilai sosial yang mereka anut.

Pansori lahir dari kehidupan rakyat jelata dan berkembang sebagai seni yang dekat dengan pengalaman sehari-hari. Cerita dalam pansori sering mengangkat tema kesetiaan, perjuangan, penderitaan, dan harapan hidup.

Ciri khas pansori terletak pada suara penyanyinya yang kuat dan ekspresif. Seorang penyanyi pansori harus mampu menyanyikan cerita panjang selama berjam-jam dengan teknik vokal khusus yang disebut “sori”.

Selain bernyanyi, penyanyi juga menampilkan gerak tubuh dan ekspresi wajah untuk memperkuat makna cerita. Sementara itu, penabuh gendang memberikan irama sekaligus sorakan penyemangat yang disebut “chuimsae”.

Dalam buku “Traditional Korean Music karya Lee Hye-ku (1981)”, disebutkan bahwa pansori tidak hanya menuntut kemampuan teknis, tetapi juga kedalaman emosi dan pemahaman cerita.

Seorang penyanyi harus melalui latihan panjang dan keras untuk mencapai kualitas suara yang diharapkan. Proses ini mencerminkan nilai kesabaran dan ketekunan yang sangat dijunjung dalam budaya Korea.

Di era modern, pansori tetap dilestarikan meskipun harus bersaing dengan musik populer. Pansori kini diajarkan di institusi seni dan sering dipadukan dengan unsur modern agar tetap relevan bagi generasi muda.

Pansori mengajarkan bahwa keindahan tidak lahir secara instan, melainkan melalui perjuangan panjang dan kesungguhan. Dengan melestarikan seni tradisional, generasi muda tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga belajar menghargai nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular