Tuesday, January 27, 2026
HomeIbu dan AnakTantrum Bukan Sekadar Nakal: 5 Cara Efektif Menghadapinya

Tantrum Bukan Sekadar Nakal: 5 Cara Efektif Menghadapinya

MEDIAAKU.COM – Tantrum adalah luapan emosi yang sering terjadi pada anak, terutama usia balita dan prasekolah. Anak bisa menangis keras, berteriak, berguling di lantai, atau memukul ketika keinginannya tidak terpenuhi.

Kondisi ini sering membuat orang tua merasa kewalahan. Namun, tantrum sebenarnya merupakan bagian dari perkembangan emosi anak yang belum mampu mengungkapkan perasaan dengan kata-kata. Oleh karena itu, orang tua perlu memahami dan mengatasinya dengan cara yang tepat.

Beberapa cara penting dalam menghadapi anak tantrum adalah:

1.Bersikap tenang.

Anak sangat peka terhadap emosi orang tua. Jika orang tua ikut marah atau berteriak, emosi anak justru akan semakin meningkat. Menurut Hurlock dalam “Psikologi Perkembangan”, sikap orang tua yang stabil dan tenang membantu anak belajar mengendalikan emosinya. Dengan nada suara lembut dan sikap sabar, anak akan merasa lebih aman.

2.Kenali penyebab tantrum.

Tantrum bisa muncul karena anak lelah, lapar, kecewa, atau merasa tidak dipahami. Dengan memahami penyebabnya, orang tua dapat merespons secara tepat, bukan sekadar menghentikan tangisan. Santrock dalam “Life-Span Development” menjelaskan bahwa anak membutuhkan respons emosional yang sesuai agar perkembangan sosial dan emosinya berjalan sehat.

3.Berikan pelukan atau sentuhan lembut

Sentuhan fisik memberi rasa aman dan menunjukkan bahwa orang tua hadir untuk anak, bukan untuk menghukum. Hal ini efektif terutama ketika anak merasa kewalahan oleh emosinya sendiri. Anak yang merasa diterima akan lebih mudah tenang.

4.Ajarkan anak mengekspresikan emosi dengan kata-kata.

Setelah anak tenang, ajak anak berbicara sederhana tentang perasaannya, seperti sedih, marah, atau kecewa.

5.Konsisten dalam aturan.

Anak perlu memahami batasan yang jelas. Jika orang tua terlalu sering mengalah saat tantrum, anak bisa menganggap tantrum sebagai cara efektif untuk mendapatkan keinginan. Konsistensi yang disertai kasih sayang akan membantu anak belajar disiplin tanpa merasa tertekan.

Tantrum bukan tanda anak nakal, melainkan sinyal bahwa anak sedang belajar mengenal emosinya. Dengan kasih sayang, kesabaran, dan pemahaman, orang tua dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang mampu mengelola emosi dengan baik.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular