Friday, January 30, 2026
HomeSejarah & BudayaIndonesia–Sudan Perkuat Hubungan Lewat Kerja Sama Kebudayaan

Indonesia–Sudan Perkuat Hubungan Lewat Kerja Sama Kebudayaan

MEDIAAKU.COM – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menggelar pertemuan bilateral dengan Duta Besar Republik Sudan untuk Indonesia, Yassir Mohamed Ali, di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta belum lama ini.

Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam mempererat hubungan kedua negara melalui penguatan kerja sama di bidang kebudayaan serta pengembangan diplomasi budaya yang berkelanjutan.

‎Melansir laman Kemenbud, Jumat (30/1/2026) Dalam dialog tersebut, Fadli Zon menekankan adanya kesamaan nilai budaya antara Indonesia dan Sudan, khususnya karena keduanya merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Kesamaan ini dinilai sebagai fondasi penting untuk memperluas kolaborasi kebudayaan, terutama yang berkaitan dengan tradisi keagamaan Islam yang hidup dalam berbagai bentuk upacara dan ritual.

‎Ia juga menilai bahwa kekayaan tradisi Islam yang dimiliki kedua negara dapat saling dipelajari dan dikembangkan bersama, termasuk dalam konteks pelestarian warisan budaya takbenda yang diakui oleh UNESCO. Menurutnya, kerja sama di bidang ini tidak hanya menjadi sarana menjaga tradisi, tetapi juga memperkuat komunikasi dan pemahaman antarbangsa melalui jalur budaya.

‎Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki beragam tradisi peringatan Maulid Nabi yang berkembang di berbagai wilayah, seperti Grebeg Mulud serta tradisi Maulid di Aceh, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Kepulauan Riau.

Keragaman tersebut membuka peluang bagi Indonesia dan Sudan untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut, termasuk kemungkinan pencatatan Maulid Nabi sebagai warisan budaya takbenda lintas negara.

‎Duta Besar Sudan, Yassir Mohamed Ali, menyambut baik peluang kerja sama tersebut. Ia menyampaikan harapan agar Sudan dapat belajar dari pengalaman Indonesia, khususnya dalam bidang pemugaran situs bersejarah, pengelolaan museum, perlindungan benda purbakala, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor kebudayaan.

‎Ia juga menegaskan bahwa kebudayaan memiliki peran penting dalam upaya rekonsiliasi dan pembangunan perdamaian nasional pascakonflik. Konflik bersenjata yang terjadi di Sudan telah menimbulkan kerusakan besar terhadap warisan budaya nasional, termasuk museum, arsip, perpustakaan, dan berbagai peninggalan bersejarah. Saat ini, otoritas setempat tengah berupaya menginventarisasi, mengamankan, dan memulihkan aset budaya yang terdampak.

‎Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti, serta Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan, Masyitoh Annisa Ramadhani Alkatiri.

‎Melalui pertemuan ini, Kementerian Kebudayaan RI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong diplomasi budaya sebagai instrumen penting dalam memperkuat hubungan bilateral, memperluas pertukaran pengetahuan, serta menjadikan nilai-nilai budaya sebagai dasar kerja sama internasional yang inklusif dan berkesinambungan.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular