MEDIAAKU.COM – Media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh perdebatan mengenai keterkaitan GERD dengan penyakit jantung. Perbincangan tersebut melibatkan dokter spesialis jantung dan sejumlah netizen.
Dokter menegaskan bahwa GERD tidak menyebabkan serangan jantung, meski gejalanya kerap menyerupai keluhan jantung, seperti nyeri dada. Namun, sebagian warganet tetap meyakini bahwa GERD bisa berujung pada penyakit jantung, sehingga memicu polemik.
‎Melansir Psychology Today, Fenomena ini kemudian dikaitkan dengan Dunning-Kruger Effect, yakni kondisi psikologis ketika seseorang dengan pengetahuan terbatas justru merasa paling memahami suatu topik. Istilah ini diperkenalkan oleh psikolog David Dunning dan Justin Kruger pada 1999 melalui penelitian yang menunjukkan bahwa individu dengan kemampuan rendah cenderung menilai diri mereka jauh lebih unggul dari kenyataan.
Efek ini berkaitan dengan lemahnya kemampuan metakognitif, sehingga seseorang sulit menyadari kekurangan dan kesalahannya sendiri. Akibatnya, mereka bukan hanya keliru dalam mengambil kesimpulan, tetapi juga tidak cukup sadar untuk memperbaikinya.
Kepercayaan diri berlebihan, seperti overprecision dan overplacement, turut memperkuat efek Dunning-Kruger. Orang dengan sikap ini sering tampak meyakinkan, merasa paling benar, dan menganggap diri lebih unggul dari orang lain, padahal penilaiannya tidak selalu akurat.
‎Untuk menghindarinya, penting bagi setiap orang untuk terus mengkritisi pemahamannya, terbuka terhadap masukan, dan belajar dari sumber yang kompeten. Di tengah derasnya arus informasi, sikap rendah hati dan kemauan untuk terus belajar menjadi kunci agar tidak terjebak merasa paling tahu.(*/Stephany)

