Tuesday, February 3, 2026
HomeTips dan TrikBerapa Lama Telur Bisa Disimpan? Ini Perbedaan Daya Tahan Telur di Suhu...

Berapa Lama Telur Bisa Disimpan? Ini Perbedaan Daya Tahan Telur di Suhu Ruang dan Kulkas

MEDIAAKU.COM – Telur dikenal sebagai salah satu bahan pangan berprotein tinggi yang banyak dikonsumsi karena mudah diolah menjadi beragam hidangan bergizi. Meski praktis, telur memiliki batas waktu penyimpanan yang perlu diperhatikan agar tetap aman dan layak dikonsumsi. Lama ketahanan telur bergantung pada cara penyimpanan, baik di suhu ruang maupun di dalam lemari pendingin.

‎Apabila ditangani dan disimpan dengan benar, telur dapat bertahan cukup lama di dalam kulkas. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) merekomendasikan agar telur segera dimasukkan ke lemari es setelah dibeli. Penyimpanan dingin membantu mencegah terbentuknya kondensasi yang dapat memicu masuknya bakteri melalui pori-pori cangkang telur.

‎Mengacu pada informasi dari Healthline, telur yang disimpan di kulkas umumnya dapat bertahan antara tiga hingga lima pekan. Untuk telur mentah yang sudah dikeluarkan dari cangkangnya, baik putih maupun kuning telur, masa simpannya sekitar dua sampai empat hari. Sementara itu, telur yang telah direbus dapat bertahan hingga satu minggu jika disimpan dalam kondisi dingin.

‎Bagi yang ingin menyimpan telur dalam jangka waktu lebih panjang, telur mentah dapat dipecahkan, dimasukkan ke dalam wadah tertutup, lalu disimpan di freezer. Cara ini memungkinkan telur bertahan hingga satu tahun, meskipun kualitasnya tetap akan mengalami penurunan seiring waktu.

‎Di sisi lain, penyimpanan telur pada suhu ruang memiliki daya tahan yang lebih singkat. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang dirujuk Kementerian Pertanian, telur segar dapat disimpan selama maksimal 14 hari setelah produksi pada suhu ruang dengan tingkat kelembaban sekitar 80–90 persen. Namun, setelah lima hari, mutu telur biasanya mulai menurun.

‎Ketahanan telur di suhu ruang juga sangat dipengaruhi oleh proses penanganannya. Telur yang telah dicuci dan disanitasi sebelum dipasarkan kehilangan lapisan pelindung alaminya, sehingga lebih rentan terhadap kontaminasi.

Untuk jenis telur ini, disarankan tidak dibiarkan di suhu ruang lebih dari dua jam. Metode penanganan tersebut umum diterapkan di sejumlah negara seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Swedia.

‎Selain telur utuh, bagian telur seperti putih telur, kuning telur, maupun telur rebus juga sebaiknya tidak disimpan di suhu ruang lebih dari dua jam demi menjaga keamanan dan kualitasnya.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular