MEDIAAKU.COM – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menghadiri ASEAN Foreign Ministers’ Retreat (AMM Retreat) yang digelar di Cebu, Filipina, belum lama ini. Pertemuan ini menandai dimulainya rangkaian agenda ASEAN di bawah keketuaan Filipina tahun 2026 dan dihadiri oleh para menteri luar negeri negara anggota ASEAN untuk membahas arah prioritas, penguatan kolaborasi, serta berbagai tantangan kawasan.
Melansir laman Kemlu, Senin (2/2/2026) Dalam forum tersebut, Menlu RI menyatakan dukungan penuh Indonesia terhadap kepemimpinan Filipina yang mengusung tema “Navigating Our Future, Together”. Menurutnya, tema ini selaras dengan kondisi regional saat ini yang terus menguji persatuan dan peran sentral ASEAN.
Sugiono menegaskan bahwa tema tersebut menjadi pengingat bahwa seluruh negara anggota berada dalam satu kesatuan nasib. Oleh karena itu, solidaritas dan kekompakan dinilai penting agar ASEAN mampu melangkah bersama menghadapi berbagai dinamika masa depan.
Sejumlah isu kawasan turut menjadi perhatian, di antaranya situasi di Myanmar serta perkembangan di wilayah perbatasan Thailand–Kamboja. Para menteri luar negeri sepakat bahwa penyelesaian berbagai persoalan tersebut perlu ditempuh melalui pendekatan yang dialogis dan konstruktif.
Pertemuan juga menyoroti pentingnya percepatan perundingan Code of Conduct (CoC) di Laut China Selatan. Menlu RI menekankan bahwa penyelesaian CoC merupakan fondasi penting untuk menjaga stabilitas kawasan serta membangun tata kelola maritim yang berlandaskan hukum dan aturan bersama.
Di tengah ketidakpastian geopolitik global, Sugiono menilai ASEAN perlu memperkuat ketahanan internal melalui pengembangan sektor strategis, seperti ekonomi, energi, pangan, dan teknologi. Langkah ini dipandang krusial agar kawasan tidak mudah terdampak oleh gejolak eksternal.
Selain itu, ia juga mendorong penguatan fondasi politik ASEAN agar Asia Tenggara tetap menjadi kawasan damai dan tidak terseret menjadi arena konflik kepentingan pihak lain. Menurutnya, kemitraan ASEAN harus diarahkan untuk memperkokoh persatuan, stabilitas, dan peran sentral organisasi di tingkat global.
Menjelang peringatan 50 tahun Treaty of Amity and Cooperation (TAC), Menlu RI mengajak seluruh negara anggota untuk terus menjadikan TAC sebagai pedoman utama dalam menjalin hubungan dengan mitra eksternal demi menjaga stabilitas jangka panjang kawasan.
Di sela-sela kegiatan AMM Retreat, Sugiono juga memanfaatkan kesempatan untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Kamboja dan Singapura. Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama bilateral serta bertukar pandangan mengenai isu regional dan global yang menjadi kepentingan bersama.(*/Stephany)

