Friday, February 6, 2026
HomeSejarah & BudayaApsara dalam Sejarah: Tarian Dewa yang Menjadi Identitas Budaya

Apsara dalam Sejarah: Tarian Dewa yang Menjadi Identitas Budaya

MEDIAAKU.COM – Tari Apsara merupakan salah satu tarian klasik yang berasal dari Kamboja dan memiliki nilai sejarah serta budaya yang sangat tinggi. Tarian ini terinspirasi dari sosok apsara, yaitu bidadari dalam kepercayaan Hindu dan Buddha yang dipercaya tinggal di kahyangan dan digambarkan sebagai makhluk perempuan yang cantik, anggun, dan memiliki gerakan lembut, sehingga menjadi simbol keindahan dan kesucian.

Sejarah Tari Apsara tidak dapat dilepaskan dari perkembangan Kerajaan Khmer yang berjaya pada abad ke-9 hingga abad ke-15. Reliefnya banyak ditemukan di dinding Candi Angkor Wat, salah satu peninggalan budaya terbesar di Asia Tenggara.

Relief tersebut menunjukkan ratusan figur apsara dengan berbagai pose tarian yang anggun. Hal ini menjadi bukti bahwa seni tari telah berkembang pesat dan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat pada masa itu.

Menurut Brandon (1993) dalam bukunya “Theatre in Southeast Asia”, tarian klasik di wilayah Asia Tenggara, termasuk Tari Apsara, berkembang sebagai bagian dari upacara keagamaan dan ritual istana.

Tari Apsara awalnya dipentaskan untuk menghormati para dewa serta sebagai hiburan bagi raja dan bangsawan. Gerakannya yang halus, tempo yang lambat, dan ekspresi wajah yang tenang mencerminkan nilai kesopanan dan spiritualitas yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Khmer.

Pada masa modern, Tari Apsara sempat mengalami kemunduran akibat konflik dan peperangan di Kamboja. Namun, upaya pelestarian terus dilakukan oleh pemerintah dan seniman budaya.

Tari Apsara kemudian diperkenalkan kembali ke dunia internasional sebagai warisan budaya yang mencerminkan identitas bangsa Kamboja. Saat ini, tarian ini tidak hanya dipentaskan dalam acara adat dan kenegaraan, tetapi juga sebagai pertunjukan seni untuk pendidikan dan pariwisata.

Tari Apsara bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan sarana untuk mengenalkan generasi muda pada akar budaya dan nilai leluhur.Keindahan tari ini mengajarkan bahwa kelembutan, kesabaran, dan harmoni adalah nilai yang harus dijaga dalam kehidupan. Melalui pelestarian seni tradisional, identitas budaya dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular