MEDIAAKU.COM – Festival Cham merupakan salah satu perayaan budaya penting yang berasal dari masyarakat Cham, kelompok etnis yang tersebar di wilayah Asia Tenggara, khususnya Vietnam, Kamboja, dan sebagian kecil di Thailand.
Festival ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pelestarian tradisi, kepercayaan, dan identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Menurut Po Dharma dalam bukunya “Le Panduranga (1987)”, masyarakat Cham memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan Kerajaan Champa. Festival Cham lahir dari perpaduan antara kepercayaan spiritual, tradisi leluhur, dan kehidupan sosial masyarakat.
Salah satu festival yang terkenal adalah Kate Festival, yang biasanya dilaksanakan untuk menghormati leluhur, raja-raja Cham, serta sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen dan kehidupan yang diberikan.
Festival Cham umumnya diisi dengan berbagai kegiatan adat, seperti doa bersama, tarian tradisional, musik khas Cham, serta penggunaan pakaian adat yang penuh makna simbolis.
Menurut Endang Sri Hardiati dalam buku “Seni Pertunjukan Tradisional (2004)”, tarian dan musik tradisional dalam festival bukan sekadar pertunjukan, melainkan media komunikasi antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual.
Setiap gerakan tarian dan irama musik mengandung nilai religius dan filosofi kehidupan.Selain aspek spiritual, Festival Cham juga berperan sebagai media pemersatu masyarakat.
Dalam perayaan ini, seluruh anggota komunitas, baik tua maupun muda, terlibat aktif. Generasi muda belajar langsung dari para tetua adat tentang sejarah, nilai, dan tradisi leluhur. Hal ini menjadikan festival sebagai sarana pendidikan budaya yang efektif dan alami.
Di era modern, Festival Cham menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan gaya hidup. Namun, festival ini tetap bertahan karena dianggap sebagai jati diri masyarakat Cham.
Keberadaan Festival Cham menunjukan pentingnya menghargai dan melestarikan warisan budaya. Tradisi bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi pedoman hidup yang mengajarkan kebersamaan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap leluhur.
Dengan menjaga budaya, suatu masyarakat tidak hanya mempertahankan identitasnya, tetapi juga mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi mendatang.(*/janu)

