Friday, February 13, 2026
HomePolitikIndonesia–Belanda Perkuat Sinergi Maritim di Forum Bilateral ke-6

Indonesia–Belanda Perkuat Sinergi Maritim di Forum Bilateral ke-6

MEDIAAKU.COM – Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arif Havas Oegroseno, memimpin penyelenggaraan Forum Maritim Bilateral Indonesia–Belanda ke-6 yang berlangsung belum lama ini.

Pertemuan ini digelar bersama Direktur Jenderal Penerbangan dan Maritim Kementerian Infrastruktur dan Manajemen Perairan Belanda, serta dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga terkait, BUMN seperti Pelindo dan Pertamina International Shipping, KADIN, asosiasi kapal dan pelabuhan, hingga sektor swasta.

‎Melansir laman Kemlu, Jumat (13/2/2026) Forum tersebut menjadi ajang strategis di tengah situasi geopolitik global yang dinamis dan berimbas pada sektor kelautan. Dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Infrastruktur dan Manajemen Perairan Belanda, Robert Tieman, dibahas sejumlah tantangan internasional sekaligus langkah konkret untuk mempererat kolaborasi maritim kedua negara.

‎Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia sangat menggantungkan konektivitas, stabilitas, dan pertumbuhan ekonominya pada sektor kelautan. Karena itu, kerja sama dengan Belanda, yang juga memiliki tradisi maritim kuat, dipandang memiliki nilai strategis bagi kedua belah pihak.

‎Momentum ini semakin diperkuat dengan rampungnya perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA). Kesepakatan tersebut membuka peluang akses pasar yang lebih luas ke kawasan Eropa serta memperkokoh posisi Belanda sebagai pintu gerbang utama ekspor Indonesia di sektor maritim.

‎Dalam forum ini, pembahasan dibagi ke dalam tiga kelompok kerja yang berjalan paralel, yakni pengembangan pelabuhan berkelanjutan, green shipping, dan keamanan maritim.

Isu yang mengemuka mencakup dampak lingkungan pembangunan pelabuhan, kontribusi ekonomi sektor maritim bagi masyarakat, pengelolaan serta perlindungan data untuk keamanan laut, penerapan teknologi ramah lingkungan, hingga pemanfaatan skema kredit karbon guna mendukung target net zero emission.

‎Wamenlu menekankan bahwa konsep green shipping seharusnya dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan daya saing, bukan sebagai beban tambahan. Melalui mekanisme perdagangan karbon, Indonesia dinilai dapat memperkuat posisi tawarnya di tingkat global.

Saat ini, industri pelabuhan nasional disebut telah mampu menekan emisi hingga sekitar 31 ribu ton CO2, yang menjadi langkah penting menuju target nol emisi bersih.

‎Sebagai tindak lanjut, kedua negara sepakat mengidentifikasi proyek-proyek potensial yang dapat ditingkatkan skalanya, menyusun rencana pilot project, membuka peluang investasi di sektor perikanan, serta mengembangkan skema pembiayaan pembangunan kapal.

Kesepakatan ini diharapkan dapat memperkuat kemitraan maritim Indonesia–Belanda sekaligus mendorong transformasi sektor kelautan yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular