Tuesday, February 17, 2026
HomeIbu dan AnakAnak Nakal atau Anak dengan ADHD? Sudahkah Kita Salah Menilai?

Anak Nakal atau Anak dengan ADHD? Sudahkah Kita Salah Menilai?

MEDIAAKU.COM – Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau ADHD adalah gangguan perkembangan saraf yang sering muncul pada masa kanak-kanak.

Anak dengan ADHD umumnya mengalami kesulitan memusatkan perhatian, bersikap impulsif, dan cenderung sangat aktif. Kondisi ini bukan disebabkan oleh pola asuh yang buruk atau kurangnya disiplin, melainkan berkaitan dengan cara kerja otak anak yang berbeda.

Menurut Barkley (2013) dalam bukunya “Taking Charge of ADHD”, ADHD adalah gangguan yang memengaruhi kemampuan anak dalam mengatur perhatian, emosi, dan perilaku.

Anak seperti ini sering terlihat tidak bisa diam, mudah terdistraksi, dan bertindak tanpa berpikir panjang. Hal ini membuat mereka kerap dianggap nakal atau malas, padahal sebenarnya mereka sedang berjuang mengendalikan diri.

ADHD biasanya mulai tampak sebelum usia 12 tahun dan dapat memengaruhi kehidupan anak di rumah maupun di sekolah. Di lingkungan belajar, anak sering kesulitan mengikuti pelajaran, menyelesaikan tugas tepat waktu, dan mematuhi aturan kelas.

Menurut American Psychiatric Association dalam DSM-5 (2013), gejala ADHD dapat dibagi menjadi masalah perhatian dan hiperaktivitas-impulsivitas, yang tingkat keparahannya berbeda pada setiap anak.

Meskipun demikian, anak dengan ADHD bukan anak yang kurang kemampuan. Banyak dari mereka memiliki kecerdasan yang baik, kreativitas tinggi, dan energi besar.

Dengan dukungan yang tepat, anak dengan ADHD dapat berkembang secara optimal dan menunjukkan potensi luar biasa dalam bidang tertentu.

Kunci utamanya adalah pemahaman, kesabaran, dan penanganan yang sesuai.Penanganan ADHD tidak hanya melalui pengobatan, tetapi juga melalui pendekatan psikologis, bimbingan orang tua, dan strategi belajar yang tepat.  Anak seperti ini membutuhkan arahan yang jelas, penguatan positif, serta kesempatan untuk menyalurkan energi mereka secara sehat.

ADHD merupakan kondisi yang perlu dipahami bersama. Dengan empati, penerimaan, dan dukungan yang tepat, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan berprestasi. Tugas orang dewasa bukan untuk menghakimi keterbatasan mereka, tetapi untuk membantu mereka menemukan dan mengembangkan kelebihannya.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular