Tuesday, February 17, 2026
HomeKesehatanTeh atau Kopi: Mana yang Lebih Baik untuk Membantu Mencegah Demensia?

Teh atau Kopi: Mana yang Lebih Baik untuk Membantu Mencegah Demensia?

MEDIAAKU.COM – Demensia adalah kondisi penurunan kemampuan berpikir, mengingat, dan mengambil keputusan yang umumnya terjadi pada usia lanjut. Salah satu bentuk yang paling sering ditemukan adalah Alzheimer’s disease.

Meski belum ada cara pasti untuk mencegah demensia, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup sehat, termasuk pola konsumsi minuman harian seperti teh dan kopi, dapat berperan dalam menjaga kesehatan otak.

‎Lantas, di antara teh dan kopi, mana yang lebih baik untuk membantu menurunkan risiko demensia?

Melansir The Journal of Nutrition Health & Aging, Kopi mengandung kafein dan berbagai antioksidan, termasuk asam klorogenat, yang dapat membantu melawan stres oksidatif pada sel-sel tubuh, termasuk sel otak. Stres oksidatif diketahui berkontribusi terhadap proses penuaan dan kerusakan saraf. Beberapa studi observasional menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang (sekitar 2–4 cangkir per hari) dikaitkan dengan risiko lebih rendah mengalami penurunan kognitif dan Alzheimer.

‎Sebuah tinjauan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients menyimpulkan bahwa konsumsi kopi moderat berhubungan dengan penurunan risiko penyakit Alzheimer dan penurunan fungsi kognitif.

Selain itu, penelitian dalam Journal of Alzheimer’s Disease juga menemukan adanya hubungan antara konsumsi kopi dan perlambatan akumulasi protein abnormal di otak yang terkait dengan demensia.Namun, para peneliti menegaskan bahwa hubungan ini bersifat asosiatif, bukan bukti sebab-akibat langsung.

Teh dan Perlindungan terhadap Fungsi Kognitif

‎Teh, khususnya teh hijau, kaya akan polifenol seperti katekin dan epigallocatechin gallate (EGCG), yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Selain itu, teh mengandung L-theanine yang dapat membantu meningkatkan fokus sekaligus memberikan efek relaksasi.

‎Sebuah studi besar yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition, Health & Aging menemukan bahwa konsumsi teh secara rutin dikaitkan dengan risiko gangguan kognitif yang lebih rendah pada lansia.

Penelitian lain yang dimuat dalam PLOS Medicine menunjukkan bahwa kebiasaan minum teh dan kopi dalam jumlah sedang berkaitan dengan risiko demensia dan stroke yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya.Para ahli menduga kombinasi antioksidan dan efek ringan kafein pada teh berkontribusi dalam menjaga kesehatan jaringan otak.

‎Berdasarkan penelitian yang ada, baik teh maupun kopi sama-sama menunjukkan potensi dalam mendukung kesehatan otak. Tidak ada bukti kuat yang menyatakan salah satu secara mutlak lebih efektif dibanding yang lain dalam mencegah demensia.

‎Yang lebih penting adalah pola konsumsi yang seimbang. Asupan kafein berlebihan dapat mengganggu tidur, sementara kualitas tidur yang buruk justru meningkatkan risiko penurunan kognitif.

Selain itu, faktor lain seperti olahraga teratur, pola makan sehat (misalnya pola makan Mediterania), kontrol tekanan darah, serta aktivitas sosial juga berperan besar dalam menjaga fungsi otak.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular