Saturday, February 21, 2026
HomeSejarah & BudayaKue Berlapis, Sejarah Berlapis: Dari Spekkoek ke Lapis Legit

Kue Berlapis, Sejarah Berlapis: Dari Spekkoek ke Lapis Legit

MEDIAAKU.COM – Lapis legit merupakan salah satu kue tradisional Indonesia yang dikenal dengan cita rasa manis, tekstur lembut, dan lapisan-lapisan tipis yang tersusun rapi.

Kue ini sering disajikan pada acara besar seperti hari raya, pernikahan, dan perayaan keluarga. Di balik tampilannya yang sederhana, lapis legit memiliki sejarah panjang yang berkaitan erat dengan perjalanan budaya dan sejarah Indonesia.

Menurut Bondan Winarno dalam buku “100 maknyus Makanan Tradisional Indonesia”, lapis legit merupakan hasil akulturasi budaya Indonesia dan Eropa pada masa kolonial Belanda. Kue ini terinspirasi dari kue Eropa bernama spekkoek atau layer cake yang dibawa oleh bangsa Belanda ke Nusantara pada abad ke-19.

Namun, masyarakat lokal kemudian menyesuaikan resep tersebut dengan bahan dan selera Indonesia, terutama dengan penggunaan rempah-rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan pala yang menjadi ciri khas lapis legit.

Sri Owen, seorang pakar kuliner Indonesia, dalam bukunya “Indonesian Food and Cookery” menjelaskan bahwa lapis legit mencerminkan kekayaan rempah Nusantara yang pada masa lalu menjadi komoditas penting dunia.

Rempah-rempah tidak hanya memberi aroma dan rasa khas, tetapi juga menunjukkan identitas Indonesia sebagai negeri yang kaya akan hasil alam. Proses pembuatan lapis legit yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian juga menjadi simbol nilai budaya masyarakat Indonesia.

Pada awalnya, lapis legit hanya disajikan di kalangan bangsawan dan keluarga Belanda karena bahan-bahannya tergolong mahal, seperti mentega, telur dalam jumlah banyak, dan gula.

Seiring waktu, kue ini mulai dikenal luas oleh masyarakat dan menjadi bagian dari tradisi kuliner nasional. Hingga kini, lapis legit tetap dianggap sebagai kue istimewa yang melambangkan kemakmuran dan kebersamaan.

Selain nilai sejarah, lapis legit juga mengandung makna filosofis. Lapisan-lapisan pada kue ini sering dimaknai sebagai perjalanan hidup manusia yang terdiri dari berbagai tahap.

Setiap lapisan membutuhkan waktu dan perhatian agar hasil akhirnya sempurna. Hal ini mengajarkan bahwa kesuksesan tidak bisa diraih secara instan, melainkan melalui proses yang panjang dan penuh kesabaran.

Lapis legit mengingatkan kita bahwa sesuatu yang bernilai tinggi lahir dari ketekunan dan kesabaran. Dengan menjaga dan melestarikan kuliner tradisional seperti lapis legit, kita turut menjaga identitas dan sejarah bangsa Indonesia.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular