Saturday, February 21, 2026
HomeIbu dan AnakKenapa Anak Belum Banyak Bicara? Ini yang Sering Terlewat oleh Orang Tua

Kenapa Anak Belum Banyak Bicara? Ini yang Sering Terlewat oleh Orang Tua

MEDIAAKU.COM – Perkembangan bahasa pada anak merupakan bagian penting dalam tumbuh kembangnya. Bahasa tidak hanya digunakan untuk berbicara, tetapi juga untuk berpikir, berinteraksi, dan memahami dunia sekitar.

Menurut para ahli, kemampuan bahasa anak dapat dikembangkan secara optimal melalui stimulasi yang tepat sejak dini, baik di rumah maupun di lingkungan pendidikan.

Beberapa cara yang dapat orang tua lakukan untuk menstimulasi  dalam berbicara dan mengembangkan kosakata anak ,antara lain :

1.Mengajak anak berbicara sejak dini

Menurut Hurlock (1990), anak belajar bahasa melalui interaksi langsung dengan orang dewasa. Mengajak anak berbicara sejak usia dini, meskipun anak belum bisa merespons dengan kata-kata, sangat penting untuk memperkaya kosakatanya.

2.Berbicara tentang kegiatan sehari-hari

Dengan bahasa yang sederhana dan jelas agar mudah dipahami anak.

3.Membacakan buku cerita secara rutin

Membaca buku cerita membantu anak mengenal kata baru, struktur kalimat, dan makna bahasa.Menurut Santrock (2011) menjelaskan bahwa kegiatan membaca bersama dapat meningkatkan kemampuan bahasa reseptif dan ekspresif anak.Buku dengan gambar menarik dan cerita sederhana sangat dianjurkan agar anak lebih tertarik dan fokus.

4.Memberi contoh bahasa yang baik dan benar

Anak belajar bahasa dengan cara meniru. Oleh karena itu, orang dewasa perlu menggunakan bahasa yang sopan, jelas, dan sesuai. Menurut Vygotsky dalam teori perkembangan sosial, lingkungan memiliki peran besar dalam perkembangan bahasa anak. Jika anak sering mendengar bahasa yang baik, maka ia akan menirunya dalam komunikasi sehari-hari.

5.Memberi kesempatan anak untuk berbicara

Anak perlu diberi ruang untuk mengungkapkan pendapat dan perasaannya. Jangan memotong pembicaraan anak atau langsung membenarkan dengan cara menyalahkan. Menurut Musfiroh (2008), mendengarkan anak dengan penuh perhatian dapat meningkatkan rasa percaya diri dan keberanian anak dalam berbahasa.

6.Menggunakan permainan dan lagu

Permainan kata, bernyanyi, dan bermain peran dapat membantu anak belajar bahasa dengan cara yang menyenangkan. Aktivitas ini membuat anak tidak merasa tertekan dan lebih mudah menyerap kosakata baru.

Perlu diingat bahwa perkembangan bahasa anak tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses yang membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Peran orang tua dan pendidik sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung komunikasi positif.

Dengan perhatian dan stimulasi yang tepat, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang mampu berkomunikasi dengan baik dan percaya diri.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular