Sunday, February 22, 2026
HomeSejarah & BudayaMidodareni: Tradisi Lama yang Menyimpan Doa dan Harapan

Midodareni: Tradisi Lama yang Menyimpan Doa dan Harapan

MEDIAAKU.COM – Midodareni adalah salah satu tradisi adat Jawa yang dilakukan menjelang pernikahan, tepatnya pada malam sebelum akad nikah.Kata midodareni berasal dari kata widodari yang berarti bidadari. 

Tradisi ini memiliki makna bahwa pada malam tersebut para bidadari turun ke bumi untuk memberi berkah dan kecantikan kepada calon pengantin perempuan.Oleh karena itu, calon pengantin diharapkan berada di rumah dan menjalani prosesi dengan penuh ketenangan serta kesucian hati.

Menurut Koentjaraningrat dalam bukunya “Kebudayaan Jawa (2002)”, midodareni merupakan bagian dari rangkaian upacara pernikahan adat Jawa yang sarat dengan nilai simbolik. Tradisi ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana pendidikan budaya yang menanamkan nilai kesopanan, kesabaran, dan kesiapan mental bagi calon pengantin.

Pada malam midodareni, keluarga berkumpul, berdoa bersama, dan memberikan nasihat kepada calon pengantin tentang kehidupan rumah tangga.Dalam pelaksanaannya, calon pengantin perempuan biasanya dipingit di dalam rumah dan tidak diperbolehkan bertemu calon suami. 

Hal ini melambangkan penjagaan diri dan kesucian sebelum memasuki kehidupan baru sebagai istri.Sementara itu, calon pengantin laki-laki datang ke rumah calon mempelai perempuan untuk bersilaturahmi dengan keluarga, namun tidak bertemu langsung.Prosesi ini mencerminkan nilai tata krama dan penghormatan terhadap adat serta keluarga.

Ahli antropologi Jawa, Clifford Geertz, dalam bukunya “The Religion of Java (1960”), menjelaskan bahwa upacara adat seperti midodareni memiliki fungsi sosial dan spiritual. Tradisi ini memperkuat hubungan antar keluarga, menciptakan keharmonisan, serta menjadi bentuk permohonan keselamatan kepada Tuhan.Meskipun dikaitkan dengan mitos bidadari, esensi midodareni tetap berakar pada nilai religius dan kebersamaan.

Di tengah perkembangan zaman, pelaksanaan midodareni mengalami penyesuaian.Tidak semua keluarga menjalankan tradisi ini secara lengkap, namun makna utamanya tetap dijaga. Midodareni kini lebih dipahami sebagai momen refleksi, doa, dan persiapan mental sebelum membangun rumah tangga.

Tradisi midodareni  mengajarkan bahwa pernikahan bukan hanya penyatuan dua individu, tetapi juga penyatuan dua keluarga dan tanggung jawab besar yang harus dijalani dengan kesabaran, keikhlasan, serta saling menghormati.Dengan memahami makna midodareni, generasi muda diharapkan dapat melestarikan budaya sekaligus mengambil nilai luhur yang relevan dalam kehidupan modern.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular