Monday, March 23, 2026
HomeSejarah & BudayaDari Peradaban Kuno ke Dunia Modern: Bagaimana Ocarina Bertahan?

Dari Peradaban Kuno ke Dunia Modern: Bagaimana Ocarina Bertahan?

MEDIAAKU.COM – Ocarina adalah alat musik tiup berbentuk kecil, biasanya terbuat dari tanah liat, kayu, atau bahan lain seperti plastik atau logam. Bentuknya yang menyerupai telur atau “angsa kecil” membuatnya unik dan mudah dikenali.

Nama ocarina sendiri berasal dari bahasa Italia, yang berarti “angsa kecil”. Sejarah ocarina sangat panjang dan menarik. Para ahli sejarah musik percaya bahwa versi awalnya sudah ada lebih dari 12.000 tahun yang lalu di berbagai budaya kuno.

Di Mesoamerika (wilayah yang sekarang termasuk Amerika Tengah dan Selatan), masyarakat seperti Maya, Aztec, dan Inca membuat ocarina dari tanah liat yang dihiasi bentuk hewan dan digunakan dalam ritual tradisional maupun upacara spiritual.

Dalam budaya Cina kuno, ada instrumen serupa yang disebut” xun”, yang juga terbuat dari tanah liat atau tulang dan digunakan dalam musik upacara. Di Afrika dan wilayah lain, bentuk serupa juga ditemukan, menunjukkan bahwa manusia sejak lama menciptakan alat musik dari benda sederhana di sekitarnya.

Namun, ocarina seperti yang kita kenal kini baru mulai berkembang di Eropa pada abad ke-19. Pada tahun 1853, seorang pembuat alat musik Italia bernama Giuseppe Donati (1836–1925) menciptakan ocarina dengan 10 lubang yang bisa menghasilkan suara diatonis (nada teratur).

Seiring berjalannya waktu, ocarina semakin dikenal di seluruh dunia. Pada abad ke-20, inovator seperti John Taylor di Inggris menciptakan sistem fingering dengan lubang lebih sedikit namun mampu menghasilkan skala musik lengkap, sehingga ocarina menjadi lebih mudah dimainkan.

Menurut buku” The Ocarina: A Pictorial History” oleh David dan Christa Liggins, ocarina tidak hanya memiliki nilai musikal, tetapi juga mencerminkan keragaman budaya manusia dari masa ke masa. Buku ini menjelaskan bagaimana alat musik sederhana dapat menghubungkan banyak peradaban yang berbeda melalui suara dan seni.

Meskipun sederhana, ocarina mengajarkan kita sebuah pesan penting dimana kreativitas tidak mengenal batas waktu dan tempat. Dari tanah liat di peradaban kuno hingga permainan musik modern, manusia terus menciptakan cara untuk mengungkapkan perasaan melalui suara.Ocarina menunjukkan bahwa musik bisa muncul dari hal-hal yang sederhana, tetapi tetap dapat menyentuh perasaan banyak orang di seluruh dunia.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular