MEDIAAKU.COM – Yoghurt merupakan salah satu produk olahan susu tertua di dunia yang lahir dari tradisi fermentasi masyarakat penggembala kuno. Para sejarawan meyakini bahwa yoghurt pertama kali dikenal di wilayah Asia Tengah dan Timur Tengah ribuan tahun lalu.
Prosesnya terjadi secara alami ketika susu disimpan dalam kantong kulit hewan, lalu difermentasi oleh bakteri asam laktat. Dari proses sederhana itu, terciptalah makanan yang lebih tahan lama, mudah dicerna, dan bernilai gizi tinggi.
Dalam buku “On Food and Cooking”, pakar ilmu pangan Harold McGee menjelaskan bahwa fermentasi yoghurt terjadi karena aktivitas bakteri seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus yang mengubah laktosa menjadi asam laktat.
Proses ini tidak hanya mengawetkan susu, tetapi juga menciptakan tekstur kental serta rasa asam yang khas. McGee menegaskan bahwa teknik fermentasi adalah salah satu inovasi terpenting dalam sejarah pangan manusia karena memungkinkan masyarakat kuno bertahan dalam kondisi iklim yang sulit.
Sejarah yoghurt juga berkaitan erat dengan tradisi Kekaisaran Utsmani di Turki. Bahkan kata “yoghurt” berasal dari bahasa Turki, yoÄŸurmak, yang berarti mengentalkan atau memadatkan.
Dalam buku “Food in History”, sejarawan kuliner Reay Tannahill menyebutkan bahwa yoghurt menyebar ke Eropa melalui jalur perdagangan dan ekspansi budaya Turki. Pada abad ke-20, yoghurt semakin populer setelah ilmuwan Rusia, Élie Metchnikoff, mengaitkan konsumsi yoghurt dengan umur panjang masyarakat Balkan.
Kini, yoghurt tidak hanya dikonsumsi secara tradisional, tetapi juga dikembangkan dalam berbagai varian modern dengan tambahan buah, madu, dan probiotik. Meski tampilannya berubah, prinsip dasarnya tetap sama: memanfaatkan mikroorganisme baik untuk menghasilkan pangan bergizi.
Banyak inovasi besar sering lahir dari kearifan sederhana. Fermentasi yoghurt mengajarkan kita pentingnya menjaga tradisi, menghargai ilmu pengetahuan, serta memanfaatkan alam secara bijaksana.
Dari proses kecil yang tak terlihat oleh mata,kerja bakteri melahirkan manfaat besar bagi kesehatan manusia. Begitu pula dalam kehidupan, hal-hal sederhana yang dilakukan dengan konsisten dapat membawa dampak luar biasa bagi kesejahteraan masyarakat.(*/janu)

