MEDIAAKU.COM – Di banyak keluarga Indonesia, masih ada keyakinan bahwa mencukur rambut bayi secara rutin akan membuat rambutnya tumbuh lebih tebal dan lebat. Tradisi ini sering dilakukan saat bayi berusia beberapa bulan. Namun, benarkah anggapan tersebut didukung oleh ilmu kedokteran?
Secara medis, para ahli menyatakan bahwa mencukur rambut tidak memengaruhi ketebalan atau jumlah helai rambut yang tumbuh. Menurut William Sears dalam bukunya “The Baby Book”, pertumbuhan rambut ditentukan oleh faktor genetik dan hormon, bukan oleh seberapa sering rambut dicukur.
Rambut yang baru tumbuh setelah dicukur memang terasa lebih kasar di ujungnya karena belum mengalami penipisan alami, sehingga tampak lebih tebal.Padahal, jumlah folikel rambut di kulit kepala tidak berubah.Hal serupa dijelaskan oleh Barton D. Schmitt dalam “Your Child’s Health”. Ia menegaskan bahwa setiap anak sudah memiliki jumlah folikel rambut tertentu sejak lahir.
Mencukur hanya memotong batang rambut di permukaan kulit, tanpa memengaruhi akar atau struktur pertumbuhannya. Dengan kata lain, rambut bayi yang tampak lebih lebat setelah dicukur sebenarnya hanyalah efek visual.
Dari sisi dermatologi, para ahli kulit juga menjelaskan bahwa tekstur rambut bisa berubah seiring pertumbuhan anak karena pengaruh hormon dan perkembangan tubuh. Bayi yang awalnya berambut tipis bisa saja memiliki rambut lebih tebal saat balita, meskipun tidak pernah dicukur. Perubahan tersebut adalah proses alami.
Meski demikian, mencukur rambut bayi bukanlah tindakan yang salah selama dilakukan dengan hati-hati dan menjaga kebersihan alat cukur. Beberapa keluarga melakukannya sebagai bagian dari tradisi atau alasan kebersihan. Yang penting, orang tua memastikan kulit kepala bayi tidak terluka dan tetap terawat.
Tidak semua kepercayaan turun-temurun keliru, tetapi kita perlu terbuka pada pengetahuan yang berdasarkan penelitian. Sebagai orang tua atau calon orang tua, keputusan terbaik adalah yang mengutamakan kesehatan dan keselamatan anak, bukan sekadar mengikuti mitos.Dengan memahami informasi yang benar, kita dapat merawat buah hati dengan lebih bijak dan penuh tanggung jawab.(*/janu)

