MEDIAAKU.COM – Epic of Gilgamesh merupakan salah satu karya sastra tertua di dunia yang berasal dari peradaban Mesopotamia kuno. Kisah ini diperkirakan ditulis sekitar tahun 2100–1200 SM di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Mesopotamia, khususnya di kota kuno Uruk.
Cerita ini ditulis menggunakan aksara paku pada lempengan tanah liat dalam bahasa Sumeria dan kemudian bahasa Akkadia.Tokoh utama dalam kisah ini adalah Gilgamesh, seorang raja Uruk yang digambarkan memiliki kekuatan luar biasa, namun juga sifat sombong.
Dalam cerita, ia berteman dengan Enkidu, seorang manusia liar yang kemudian menjadi sahabat setianya. Persahabatan mereka membawa berbagai petualangan, seperti melawan raksasa hutan dan makhluk mitologis. Namun ketika Enkidu meninggal, Gilgamesh mulai menyadari kenyataan tentang kematian dan mencari rahasia kehidupan abadi.
Menurut ahli arkeologi Inggris George Smith, kisah ini menjadi terkenal setelah ditemukan kembali pada abad ke-19 dalam perpustakaan raja Asyur Ashurbanipal di kota kuno Nineveh. Smith menerjemahkan sebagian tablet tersebut pada tahun 1872 dan menemukan kisah banjir besar yang mirip dengan cerita dalam kitab suci. Penemuan ini membuat banyak ilmuwan menyadari bahwa sastra kuno Mesopotamia memiliki pengaruh besar terhadap tradisi cerita di dunia.
Sejarawan sastra Andrew George dalam bukunya “The Epic of Gilgamesh: A New Translation” menjelaskan bahwa kisah ini bukan sekadar legenda, tetapi juga refleksi pemikiran manusia kuno tentang kehidupan, kematian, dan makna keberadaan manusia.
Melalui perjalanan Gilgamesh mencari keabadian, manusia diajak memahami keterbatasan hidup dan pentingnya meninggalkan warisan yang baik.Manusia harus menyadari bahwa kekuasaan dan kekuatan tidak membuat seseorang abadi. Kisah ini mengajarkan bahwa yang membuat manusia dikenang bukanlah umur yang panjang, tetapi tindakan baik yang dilakukan selama hidup.
Dengan demikian, Epic of Gilgamesh bukan hanya karya sastra kuno, melainkan juga cermin kebijaksanaan yang mengajarkan manusia untuk hidup dengan rendah hati, menghargai persahabatan, dan menggunakan waktu hidup untuk melakukan hal yang bermanfaat bagi orang lain.(*/janu)

