MEDIAAKU.COM – Kementerian Hukum (Kemenkum) terus mendorong penguatan transformasi digital dengan meningkatkan kualitas sistem penanganan pengaduan masyarakat serta keamanan siber. Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan transfer knowledge yang bertujuan menciptakan pelayanan publik yang lebih cepat, aman, dan terpercaya.
Melansir laman Kemenkum, Kamis (16/7/2026) Sekretaris Jenderal Kemenkum, Nico Afinta,mengatakan bahwa di era digital, sistem penanganan pengaduan menjadi kebutuhan penting karena masyarakat kini semakin mudah menyampaikan keluhan melalui media sosial. Kondisi tersebut menuntut instansi pemerintah untuk memberikan respons yang cepat sekaligus menyelesaikan setiap aduan secara efektif.
Menurut Nico, selain pengelolaan pengaduan, ancaman terhadap keamanan siber juga menjadi tantangan yang harus diantisipasi. Karena itu, Kemenkum berupaya memperkuat sistem agar tetap mampu beroperasi saat menghadapi serangan siber dan dapat melakukan pemulihan dengan cepat sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Ia menjelaskan, kegiatan transfer pengetahuan yang digelar bersama BCA merupakan salah satu upaya untuk mendukung pelaksanaan transformasi digital di lingkungan Kemenkum. Melalui kegiatan ini, para pegawai memperoleh wawasan dan pengalaman dari para praktisi yang telah berpengalaman dalam bidang pelayanan publik maupun keamanan siber.
Nico menambahkan, keberhasilan transformasi digital memerlukan komitmen seluruh jajaran Kemenkum. Menurutnya, kombinasi antara pengetahuan dan pengalaman menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul selama proses digitalisasi layanan.
Dalam kesempatan yang sama, Senior Advisor for Fraud Banking Investigation BCA, Wani Sabu, menilai bahwa keberadaan pusat layanan atau contact center yang mudah dihubungi merupakan salah satu indikator penting pelayanan yang berkualitas. Layanan yang responsif dinilai mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sebuah institusi.
Sementara itu, Senior President IT Security Group BCA menegaskan bahwa transformasi digital harus dibarengi dengan sistem keamanan teknologi informasi yang tangguh. Sistem tersebut perlu mampu mendeteksi ancaman sejak dini, merespons insiden secara cepat, serta memiliki mekanisme pemulihan yang efektif agar layanan publik tetap berjalan dengan aman dan andal.
Melalui kegiatan transfer knowledge ini, Kemenkum berharap dapat memperkuat sistem penanganan pengaduan, meningkatkan keamanan siber, memperbaiki kinerja organisasi, serta mencegah terjadinya maladministrasi. Seluruh upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Kemenkum dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan pelayanan publik yang semakin prima.(*/Stephany)

