MEDIAAKU.COM – Air bekas mencuci beras biasanya langsung dibuang. Padahal, cairan berwarna putih keruh tersebut telah lama digunakan sebagai salah satu perawatan rambut alami di sejumlah negara Asia.
Tradisi penggunaan air beras bahkan dikenal dalam perawatan rambut perempuan “Red Yao” di China dan masyarakat Jepang pada masa Heian.Air beras mengandung sejumlah senyawa yang berpotensi mendukung kesehatan rambut.
Melansir dari Beautynesia, salah satu yang banyak dibahas adalah inositol, selain asam amino dan berbagai vitamin. Lantas, apa saja manfaatnya?
1.Membantu Memperkuat Rambut yang Rusak
Rambut yang sering terkena panas dari sinar matahari maupun alat styling lebih rentan mengalami kerusakan. Air beras mengandung inositol yang dikaitkan dengan kemampuan membantu memperbaiki kondisi rambut sekaligus memberikan perlindungan terhadap kerusakan. Penggunaan secara rutin juga dapat membantu rambut terasa lebih kuat dan mengurangi risiko rambut mudah patah.
2.Membuat Rambut Lebih Lembut dan Berkilau
Rambut kering dan mudah kusut, terutama pada rambut keriting atau bertekstur, membutuhkan kelembapan ekstra. Air beras dapat digunakan sebagai perawatan tambahan setelah keramas untuk membantu menjaga kelembapan rambut. Kandungan asam amino di dalamnya juga berpotensi membuat rambut terasa lebih halus sehingga tampilan rambut terlihat lebih sehat dan berkilau.
3.Mendukung Pertumbuhan Rambut
Air beras juga kerap digunakan untuk membantu menjaga kesehatan kulit kepala. Kandungan vitamin B, C, dan E di dalamnya disebut dapat mendukung kondisi kulit kepala yang sehat, yang menjadi salah satu faktor penting bagi pertumbuhan rambut. Namun, air beras sebaiknya tidak dianggap sebagai obat untuk mengatasi kerontokan rambut. Jika kerontokan berlangsung terus-menerus atau semakin parah, penyebabnya perlu diketahui melalui pemeriksaan yang tepat.
Air beras dapat dijadikan perawatan tambahan sekitar 1–2 kali seminggu. Setelah mencuci rambut dengan sampo, aplikasikan air beras pada kulit kepala dan seluruh bagian rambut. Pijat perlahan, kemudian diamkan sekitar 5–10 menit sebelum dibilas sampai bersih.
Meski tergolong alami, hasil penggunaannya dapat berbeda pada setiap orang. Pastikan kulit kepala tidak mengalami iritasi dan hentikan pemakaian apabila muncul rasa gatal, kemerahan, atau keluhan lainnya.(*/Stephany)

