MEDIAAKU.COM – Quokka (Setonix brachyurus) adalah mamalia kecil berkantung yang berasal dari Australia Barat, terutama di Pulau Rottnest dan Pulau Bald. Hewan ini sering dijuluki sebagai “hewan paling bahagia di dunia” karena bentuk wajahnya yang tampak seperti selalu tersenyum. Meski terlihat ramah, quokka merupakan satwa liar yang tidak boleh diberi makan atau disentuh sembarangan demi menjaga kesehatannya.
Quokka termasuk keluarga kanguru dan walabi. Panjang tubuhnya sekitar 40–54 sentimeter dengan berat antara 2,5 hingga 5 kilogram. Hewan ini aktif pada malam hari (nokturnal) dan memakan rumput, daun, serta berbagai jenis tanaman. Kemampuannya bertahan hidup di lingkungan yang cukup kering membuat quokka mampu memperoleh sebagian besar kebutuhan air dari makanan yang dikonsumsinya.
Menurut Dr. Ronald M. Nowak dalam bukunya “Walker’s Mammals of the World”, quokka merupakan marsupial unik yang memiliki kemampuan beradaptasi dengan baik di habitat semak dan padang rumput.
Namun, populasinya menurun akibat hilangnya habitat serta ancaman predator seperti rubah dan kucing liar yang diperkenalkan ke Australia.Upaya konservasi yang dilakukan pemerintah Australia berhasil menjaga populasi quokka di Pulau Rottnest tetap stabil, meskipun populasi di daratan utama masih menghadapi berbagai tantangan.
Keunikan lain dari quokka adalah sifatnya yang relatif tidak takut terhadap manusia. Karena itulah banyak wisatawan ingin berfoto bersama hewan ini. Namun, otoritas setempat mengingatkan agar wisatawan menjaga jarak dan tidak memberikan makanan karena dapat mengganggu pola makan alami serta menyebabkan gangguan kesehatan pada quokka.
Selain menjadi daya tarik wisata, quokka juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.Sebagai pemakan tumbuhan, hewan ini membantu penyebaran biji tanaman dan mendukung regenerasi vegetasi di habitatnya.Makhluk kecil sekalipun memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan alam.
Senyum khasnya menjadi simbol bahwa keindahan satwa liar seharusnya dinikmati tanpa merusak habitatnya. Dengan menghargai alam, tidak memberi makan satwa liar, dan mendukung upaya konservasi, kita turut membantu memastikan bahwa generasi mendatang masih dapat mengenal dan menyaksikan keunikan quokka di habitat aslinya.(*/janu)

