MEDIAAKU.COM – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir membawa agenda strategis kepemudaan Indonesia dalam ASEAN Ministerial Meeting on Youth ke-14 (AMMY XIV) 2026 yang digelar belum lama ini secara virtual.
Melansir laman Kemenpora, Sabtu (22/8/2026) Dalam pertemuan para Menteri Kepemudaan negara-negara ASEAN tersebut, Erick menyoroti berbagai tantangan yang kini dihadapi generasi muda, mulai dari pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), perubahan teknologi, dinamika dunia kerja, hingga persoalan sosial dan kesehatan mental.
Menurut Erick, perubahan yang berlangsung semakin cepat membuat negara-negara ASEAN perlu memperkuat kolaborasi untuk mempersiapkan generasi muda agar mampu beradaptasi sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan kawasan.
“Generasi muda kita sedang menghadapi dunia yang berubah lebih cepat dibandingkan sebelumnya,” ujar Erick.
Dalam forum tersebut, Erick juga memaparkan potensi kepemudaan Indonesia. Saat ini, terdapat sekitar 66,8 juta pemuda di Indonesia yang dinilai menjadi salah satu modal penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.Untuk mempersiapkan generasi tersebut, pemerintah menerapkan Desain Besar Kepemudaan Nasional untuk membentuk karakter pemuda yang berlandaskan tiga nilai utama, yaitu patriotik, tangguh, dan empati.
Sejumlah program juga telah dijalankan untuk mendukung pengembangan kapasitas pemuda, di antaranya Pertukaran Pemuda Wirasena, Kemah Pemuda Wirasena, Forum Kepemudaan Nasional, serta Kompetisi Debat dan Pidato Nasional. Program-program tersebut menjadi ruang bagi anak muda untuk membangun jejaring, bertukar pengalaman, serta menciptakan inovasi digital dan proyek yang memberikan dampak sosial.
Indonesia turut menyambut Rencana Kerja ASEAN Bidang Kepemudaan 2026-2030 yang menitikberatkan pada transformasi digital dan AI, ketahanan terhadap perubahan iklim, kesehatan mental, serta kewirausahaan. Agenda tersebut sejalan dengan Bali Declaration yang diadopsi dalam pertemuan Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports di Bali pada Mei 2026.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Indonesia akan menjadi tuan rumah ASEAN Youth Interfaith Camp 2027. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk memperkuat toleransi, dialog, dan kerja sama lintas agama di kawasan.
Erick menegaskan bahwa masa depan ASEAN sangat bergantung pada kemampuan negara-negara anggotanya dalam berinvestasi pada generasi muda. Menurutnya, pengembangan pemuda merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat masa depan kawasan.
Indonesia pun menyatakan kesiapan untuk terus memperluas kerja sama kepemudaan dengan negara-negara ASEAN, termasuk melalui kerangka ASEAN Outlook on the Indo-Pacific. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi muda yang adaptif, inovatif, tangguh, dan mampu menghadapi berbagai tantangan global.(*/Stephany)

