MEDIAAKU.COM – Pemerintah mulai menyiapkan program E50 sebagai langkah untuk memperkuat pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dari dalam negeri. Melansir laman KemenESDM, Minggu (20/9/2026) Kebijakan ini disusun setelah pemerintah menjalankan program B50 yang disebut berhasil menekan ketergantungan terhadap impor solar CN48.
Arahan mengenai penyusunan E50 disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) pertama 2026 di Istana Merdeka, Jakarta belum lama ini. Dalam sidang tersebut, pemerintah membahas sejumlah kebijakan untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Presiden meminta pemerintah mempelajari penerapan B50 untuk kemudian dijadikan acuan dalam menyusun program E50.
“Kami mendapat arahan langsung dari Bapak Presiden untuk mempelajari kesuksesan B50 dan menerapkannya untuk E50,” kata Bahlil.
Menurut Bahlil, konsumsi solar di Indonesia saat ini berada di kisaran 39 juta kiloliter per tahun. Sementara itu, kebutuhan bensin mencapai sekitar 39-40 juta kiloliter setiap tahunnya.
Selain E50, pemerintah juga berupaya meningkatkan produksi minyak melalui eksplorasi blok dan cekungan baru. Produksi dari sumur-sumur tua juga akan dioptimalkan dengan pemanfaatan teknologi.
Bahlil menyebut terdapat sekitar 45.000 sumur tua yang akan mendapat intervensi teknologi. Pemerintah juga menekankan agar pengelolaannya dilakukan secara profesional dan tidak terjadi pelanggaran dalam pengelolaan maupun distribusi hasil produksinya.
Di sisi lain, pemerintah tengah menyiapkan pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK) Migas melalui RUU Migas. Lembaga tersebut direncanakan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
Pemerintah berharap penguatan regulasi, eksplorasi sumber minyak baru, optimalisasi sumur tua, dan penyusunan E50 dapat meningkatkan produksi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.(*/Stephany)

