MEDIAAKU.COM – Cuneiform merupakan salah satu sistem tulisan tertua dalam sejarah manusia. Istilah “cuneiform” berasal dari bahasa Latin cuneus yang berarti “baji”, merujuk pada bentuk tanda yang menyerupai irisan atau baji,serta forma yang berarti bentuk.
Sistem tulisan ini berkembang di Mesopotamia, terutama wilayah Sumer di Irak bagian selatan, sekitar tahun 3200 SM.Para penulis menggunakan alat dari batang alang-alang untuk menekan tanda pada lempengan tanah liat yang masih lunak.
Pada awal perkembangannya, cuneiform berkaitan erat dengan kebutuhan mencatat barang, hasil pertanian, dan kegiatan ekonomi. Seiring waktu, bentuk tanda berkembang dari simbol yang menyerupai gambar menjadi sistem yang mampu mewakili kata dan bunyi.
Denise Schmandt-Besserat, seorang ahli sejarah tulisan, menjelaskan dalam “The Evolution of Writing” bahwa perkembangan tulisan Mesopotamia berkaitan dengan sistem clay tokens, yaitu kepingan tanah liat yang digunakan untuk menghitung dan mencatat barang.
Perubahan dari sistem pencatatan sederhana menuju simbol tertulis membuat manusia mampu mengelola informasi dalam jumlah yang semakin besar.Cuneiform kemudian tidak hanya digunakan oleh bangsa Sumeria. Bangsa Akkadia, Babilonia, dan Asyur turut mengadopsinya. Dalam perkembangannya, tulisan ini digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari administrasi, surat-menyurat, hukum, sastra, keagamaan, hingga ilmu pengetahuan.
Dominique Charpin dalam buku “Writing, Law, and Kingship in Old Babylonian Mesopotamia” menunjukkan bahwa tulisan memiliki hubungan penting dengan hukum, pemerintahan, dan pengelolaan masyarakat. Dokumentasi tertulis membantu penguasa dan lembaga pemerintahan mengatur wilayah serta menjaga catatan hukum dan administrasi.
Lempengan tanah liat yang masih ditemukan hingga kini menjadi sumber penting bagi para sejarawan untuk memahami kehidupan masyarakat masa lalu.Pada akhirnya, penggunaan cuneiform perlahan menurun setelah muncul dan meluasnya sistem tulisan lain, termasuk aksara Aram.
Namun, warisannya tetap penting. Cuneiform membuktikan bahwa kemampuan manusia menyimpan informasi dapat mengubah perkembangan peradaban.Suatu kemajuan besar sering bermula dari kebutuhan sederhana. Cuneiform mengajarkan bahwa mencatat, mendokumentasikan, dan menjaga pengetahuan merupakan investasi penting agar pengalaman manusia tidak hilang ditelan zaman.(*/janu)

