Monday, October 5, 2026
HomeFlora & FaunaMengapa Kucing Tiba-Tiba Agresif? Ini 5 Kemungkinan Penyebabnya

Mengapa Kucing Tiba-Tiba Agresif? Ini 5 Kemungkinan Penyebabnya

MEDIAAKU.COM – Kucing dikenal sebagai hewan yang lucu, mandiri, dan menggemaskan. Namun, dalam kondisi tertentu, kucing dapat menunjukkan perilaku agresif, seperti mendesis, mencakar, menggigit, atau menyerang.

Perilaku tersebut tidak selalu berarti kucing memiliki sifat galak. Agresi sering menjadi cara kucing merespons rasa takut, sakit, stres, atau situasi yang dianggap mengancam.

Berikut 5 alasan kucing menjadi agresif :

1.Merasa takut

Ketakutan merupakan salah satu penyebab kucing bersikap agresif. Kucing yang merasa terpojok dapat menyerang sebagai bentuk pertahanan diri.

2.Mengalami rasa sakit

Kucing yang sedang sakit dapat menjadi lebih mudah marah ketika disentuh, terutama pada bagian tubuh yang terasa tidak nyaman. Buku “Clinical Handbook of Feline Behavior Medicine” memiliki pembahasan khusus mengenai perilaku akibat rasa sakit dan penyakit pada kucing.  Karena itu, perubahan perilaku secara tiba-tiba sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai masalah karakter.

3.Terlalu banyak menerima sentuhan

Sebagian kucing menikmati belaian, tetapi ada batas toleransinya. Sentuhan yang berlangsung terlalu lama dapat membuat kucing merasa tidak nyaman dan akhirnya menunjukkan agresi. Agresi akibat belaian berlebihan termasuk salah satu bentuk yang dikenal dalam ilmu perilaku kucing.

4.Stres atau perubahan lingkungan

Pindah rumah, kedatangan hewan baru, suara keras, atau perubahan rutinitas dapat membuat kucing stres. Buku “Feline Behavioral Health and Welfare” karya Ilona Rodan dan Sarah Heath membahas hubungan antara kesehatan, kesejahteraan, stres, serta berbagai masalah perilaku kucing.

5.Naluri bermain dan berburu

Kucing memiliki naluri mengejar dan menangkap. Jika kebutuhan bermain tidak tersalurkan dengan baik, perilaku tersebut kadang diarahkan kepada tangan atau kaki manusia.

Agresivitas kucing seharusnya tidak langsung dibalas dengan kemarahan. Setiap perilaku memiliki penyebab yang perlu dipahami. Kita dapat belajar bahwa merawat hewan membutuhkan kesabaran, perhatian, dan empati. Ketika memahami bahasa tubuh serta kebutuhan kucing, hubungan antara manusia dan hewan dapat menjadi lebih aman dan harmonis.

Jika agresi muncul tiba-tiba atau semakin berat, pemeriksaan dokter hewan penting untuk mencari kemungkinan masalah kesehatan.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular