MEDIAAKU.COM – Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada September 2026 melonjak menjadi US$112,81 per barel. Angka ini naik US$23,38 dibandingkan Agustus 2026 yang tercatat US$89,43 per barel.
Melansir laman KemenESDM, Rabu (14/10/2026) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan kenaikan tersebut dipengaruhi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak global.
Penetapan ICP September 2026 tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 395.K/MG.03/MEM.M/2026, yang disampaikan di Jakarta belum lama ini.
Menurut Laode, konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran meningkatkan risiko keamanan pelayaran di Selat Hormuz, jalur penting distribusi minyak dunia. Ekspor minyak mentah melalui jalur tersebut sempat turun hingga 28 persen dibandingkan Juli 2026.
Pasokan global juga tertekan akibat gangguan infrastruktur energi, penundaan kuota produksi OPEC+, serta serangan terhadap kilang dan terminal ekspor minyak di Rusia dan kawasan Laut Merah.
Kenaikan turut terjadi pada sejumlah acuan minyak dunia. Harga Brent mencapai US$102,02 per barel, WTI US$95,69 per barel, Dated Brent US$116,77 per barel, dan Basket OPEC US$110,73 per barel.Untuk Oktober 2026, ICP diperkirakan masih tinggi, tetapi berpotensi melandai ke kisaran US$98–103 per barel.
Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak global guna menjaga ketahanan energi nasional. ICP menjadi salah satu acuan dalam menghitung penerimaan negara dari sektor hulu migas serta menyusun asumsi makro APBN.(*/Stephany)

