Saturday, October 17, 2026
HomeEkonomiKilang LPG Cilamaya Produksi 160 Ton per Hari, Perkuat Pasokan Energi Dalam...

Kilang LPG Cilamaya Produksi 160 Ton per Hari, Perkuat Pasokan Energi Dalam Negeri

MEDIAAKU.COM – Kilang LPG milik PT Energi Nusantara Perkasa (ENP) di Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, mulai memperkuat pasokan gas dalam negeri dengan memproduksi sekitar 160 ton LPG per hari. Produksi tersebut diperkirakan mampu memenuhi 10–15 persen kebutuhan LPG di Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Kilang ini diresmikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia. Fasilitas tersebut mengolah gas dari Pertamina Hulu dengan kapasitas terpasang mencapai 40 MMSCFD dan menyerap 82 tenaga kerja.

Melansir laman KemenESDM, Jumat (16/10/2026) Bahlil mengatakan, pembangunan kilang berkapasitas kecil menjadi salah satu langkah untuk mengoptimalkan potensi gas nasional. Menurutnya, keberadaan fasilitas serupa di berbagai daerah dapat memberikan kontribusi besar terhadap pemenuhan kebutuhan energi Indonesia.

Saat ini, konsumsi LPG nasional mencapai sekitar 8,5 juta ton per tahun. Angka tersebut bahkan dapat meningkat menjadi 11–12 juta ton jika kebutuhan industri petrokimia di Cilegon turut diperhitungkan. Sementara itu, produksi LPG dalam negeri masih terbatas, yakni tidak lebih dari 1,8 juta ton per tahun, sehingga Indonesia masih bergantung pada impor.

Ketergantungan tersebut juga berdampak pada anggaran negara. Subsidi LPG diperkirakan mencapai Rp87 triliun ketika harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) berada di kisaran US$70 per barel. Jika harga minyak naik ke US$90–100 per barel, nilai subsidi dapat mendekati Rp100 triliun.

Selain mendorong pembangunan kilang LPG, Bahlil meminta jajarannya mengembangkan compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif LPG. Gas ini memanfaatkan kandungan metana (C1) dan etana (C2) yang melimpah di Indonesia, dengan harga yang disebut berpotensi 30–40 persen lebih murah.

Tabung CNG berkapasitas 12 kilogram telah digunakan, sedangkan pengembangan tabung berukuran 3 kilogram masih dalam tahap pengujian.

Bahlil juga menekankan pentingnya percepatan perizinan bagi pelaku usaha menengah. Ia meminta agar permohonan yang seluruh persyaratannya telah terpenuhi dapat diselesaikan paling lama dalam satu minggu.

Kehadiran Kilang LPG Cilamaya diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Optimalisasi sumber gas di berbagai daerah dinilai menjadi langkah penting untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat dengan mengandalkan potensi dalam negeri.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular