Tuesday, November 3, 2026
HomeSejarah & BudayaSaju dan Kehidupan Masyarakat Korea: Antara Tradisi dan Kepercayaan

Saju dan Kehidupan Masyarakat Korea: Antara Tradisi dan Kepercayaan

MEDIAAKU.COM – Di Korea Selatan, ada sebuah tradisi kuno yang masih menarik perhatian masyarakat hingga sekarang, yaitu saju. Tradisi ini merupakan metode penafsiran nasib berdasarkan tahun, bulan, tanggal, dan waktu kelahiran seseorang. Saju bukan sekadar ramalan, tetapi juga bagian dari warisan pemikiran Asia Timur yang menggabungkan filosofi, kalender tradisional, serta konsep keseimbangan alam.

Kata saju (사주) berarti empat pilar, sedangkan sajupalja merujuk pada delapan karakter yang disusun berdasarkan waktu kelahiran. Tradisi ini berkembang dari sistem pemikiran Tiongkok yang menggunakan konsep yin-yang dan lima unsur, yaitu kayu, api, tanah, logam, dan air.

Menurut Kim Man-tae dalam penelitian akademiknya yang berjudul “A Study on the Process of the Inflow of Saju-myeongri prior to the Early Joseon” (2010), bentuk awal ilmu saju diperkirakan masuk ke Semenanjung Korea sekitar abad kedelapan hingga kesembilan melalui hubungan dengan Dinasti Tang. Catatan mengenai saju juga ditemukan dalam tulisan para cendekiawan Korea pada abad ke-14. Tradisi tersebut kemudian berkembang pada masa Dinasti Joseon.

Dalam praktiknya, pembacaan saju menggunakan informasi kelahiran untuk menyusun empat pilar yang mewakili tahun, bulan, hari, dan jam. Setiap pilar memiliki pasangan simbol yang menghasilkan delapan karakter.Penafsir kemudian menghubungkannya dengan yin-yang dan lima unsur untuk memahami kecenderungan karakter serta perjalanan hidup seseorang.

Dalam penelitian Current State and Tasks of Korean Researches about Four Pillars of Destiny Science (2016), Kim Man-tae menjelaskan bahwa saju telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Korea. Tradisi ini digunakan ketika seseorang menghadapi pilihan penting, seperti pekerjaan, hubungan, dan pernikahan.

Kini, saju dapat ditemukan di tempat konsultasi tradisional, kafe, situs internet, hingga aplikasi ponsel. Namun, ramalan saju tidak terbukti secara ilmiah sebagai cara akurat untuk menentukan kepribadian atau masa depan.Saju merupakan bagian menarik dari warisan budaya Korea yang memperlihatkan bagaimana manusia berusaha memahami kehidupan.

Tradisi ini dapat dipelajari sebagai pengetahuan budaya, tetapi masa depan tidak seharusnya ditentukan oleh ramalan semata. Pilihan, usaha, dan tanggung jawab tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup setiap manusia.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular