MEDIAAKU.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara meresmikan Perpustakaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang kini menempati Gedung A.A. Maramis, Jakarta. Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Oeang Republik Indonesia ke-80.
Melansir laman Kemenkeu, Senin (2/11/2026) Dalam kesempatan itu, Suahasil menegaskan bahwa perpustakaan Kemenkeu perlu dikembangkan menjadi pusat pengetahuan modern yang tidak hanya mengandalkan koleksi buku dan dokumen fisik, tetapi juga memanfaatkan teknologi digital.
Menurutnya, perkembangan teknologi telah menghasilkan banyak informasi dan dokumentasi yang perlu dikelola dengan baik. Hal tersebut penting agar berbagai pengetahuan dan perjalanan sejarah Kemenkeu tetap tersimpan sebagai memori kolektif institusi dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Suahasil juga meminta pengelola perpustakaan melakukan tiga langkah penting, yakni menyatukan koleksi fisik dari masa lalu, mendigitalisasi berbagai dokumen, serta mengumpulkan dan mengkurasi informasi yang tersebar di ruang digital.
Ia berharap perpustakaan tersebut dapat memberikan pengalaman yang lebih luas bagi pengunjung, baik pegawai Kemenkeu maupun masyarakat umum.Selain itu, Menkeu menyampaikan empat arahan untuk pengembangan perpustakaan.
Pertama, menjadikannya sebagai ruang belajar yang aktif melalui berbagai kegiatan, seperti diskusi, pembelajaran, peningkatan kompetensi, hingga ruang untuk refleksi. Pengelolaan gedung juga harus tetap memperhatikan prinsip pelestarian bangunan cagar budaya.
Kedua, menyajikan informasi dengan cara yang menarik, visual, dan mudah dipahami. Kurasi koleksi dinilai penting agar pengetahuan yang tersedia dapat memberikan manfaat lebih besar bagi pengunjung.
Ketiga, mengoptimalkan teknologi untuk memperluas akses informasi. Melalui digitalisasi, koleksi perpustakaan diharapkan semakin mudah ditemukan dan dimanfaatkan tanpa mengabaikan keberadaan serta perawatan koleksi fisik.
Keempat, membangun kebiasaan berbagi pengetahuan di lingkungan Kemenkeu. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat pertukaran pengalaman dan pemikiran antargenerasi, bidang keahlian, maupun unit kerja.
Suahasil menegaskan bahwa warisan dari para pendahulu bukan sekadar bangunan, aset, atau sistem kerja, melainkan juga nilai, pemikiran, dan tanggung jawab yang harus diteruskan.
Dengan transformasi tersebut, Perpustakaan Kemenkeu diharapkan menjadi ruang pengembangan pengetahuan sekaligus tempat untuk menjaga sejarah dan nilai-nilai institusi bagi generasi mendatang.(*/Stephany)

