Sunday, August 31, 2025
HomeSejarah & BudayaBukan Sekadar Balapan: Kisah Tragis di Balik Festival Perahu Naga!

Bukan Sekadar Balapan: Kisah Tragis di Balik Festival Perahu Naga!

MEDIAAKU.COM – Festival Perahu Naga adalah tradisi budaya yang berasal dari Tiongkok dan telah menyebar ke berbagai negara Asia, termasuk Indonesia.

Festival ini biasanya diadakan pada hari kelima bulan kelima dalam kalender lunar, atau yang dikenal sebagai Duanwu Jie dalam bahasa Mandarin. Salah satu kegiatan utama dalam festival ini adalah lomba mendayung perahu panjang yang dihiasi dengan kepala dan ekor naga.

Dalam buku The Dragon Boat Festival karya Ling Li, dijelaskan bahwa festival ini merupakan bentuk penghormatan kepada Qu Yuan, seorang penyair dan negarawan dari kerajaan Chu pada zaman Tiongkok kuno.

Qu Yuan dikenal sebagai tokoh yang jujur dan mencintai negaranya. Ketika ia difitnah dan dibuang dari kerajaan, ia merasa kecewa dan akhirnya bunuh diri dengan melompat ke Sungai Miluo.

Rakyat yang mencintainya lalu mendayung perahu untuk mencari jasadnya, sambil melemparkan bola nasi ke sungai agar ikan tidak memakan tubuh Qu Yuan. Dari situlah asal mula perlombaan perahu naga dan tradisi makan zongzi, yaitu ketan isi yang dibungkus daun bambu.

Di Indonesia, festival ini banyak diselenggarakan di daerah-daerah seperti di Pontianak, Palembang, dan Singkawang. Selain sebagai ajang olahraga, festival ini juga menjadi bagian penting dalam mempererat persatuan antarwarga dari berbagai latar belakang etnis dan agama.

Meskipun lomba perahu naga tampak sebagai hiburan, makna di baliknya jauh lebih dalam. Ia mengajarkan pentingnya semangat kebersamaan, kerja sama tim, serta menghargai sejarah dan warisan budaya.

Setiap pendayung dalam perahu harus bergerak seirama agar perahu melaju dengan cepat, sebuah simbol bahwa keberhasilan tidak bisa diraih sendiri, melainkan melalui kekompakan dan kerja keras bersama.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular