Friday, August 29, 2025
HomeIbu dan AnakVaksin Rotavirus: Investasi Kesehatan Anak atau Tidak Perlu?

Vaksin Rotavirus: Investasi Kesehatan Anak atau Tidak Perlu?

MEDIAAKU.COM- Rotavirus adalah salah satu penyebab utama diare berat pada bayi dan anak-anak. Menurut buku Nelson Textbook of Pediatrics (Kliegman, 2020), infeksi rotavirus dapat menyebabkan dehidrasi yang serius dan bahkan berujung pada rawat inap jika tidak ditangani dengan baik.

Di banyak negara, termasuk Indonesia, rotavirus masih menjadi tantangan besar dalam kesehatan anak. Karena itulah, vaksin rotavirus hadir sebagai salah satu langkah pencegahan yang sangat penting.Vaksin rotavirus bekerja dengan cara merangsang sistem kekebalan tubuh anak agar mampu mengenali dan melawan virus ini jika suatu saat masuk ke tubuh.

Berbeda dengan banyak vaksin lain yang diberikan melalui suntikan, vaksin rotavirus diberikan secara oral, sehingga relatif lebih mudah diterima anak. Berdasarkan WHO Vaccine Position Papers (2021), pemberian vaksin ini sebaiknya dimulai sejak bayi berusia enam minggu, dengan jadwal yang disesuaikan agar perlindungan optimal tercapai sebelum anak memasuki usia yang rentan terhadap infeksi.

Manfaat vaksin rotavirus telah terbukti luas. Anak yang menerima vaksin ini memiliki risiko lebih rendah terkena diare berat akibat rotavirus. Bahkan, di banyak negara yang telah lama menerapkan program vaksinasi, jumlah rawat inap akibat rotavirus menurun drastis. Dengan kata lain, vaksinasi bukan hanya melindungi individu, tetapi juga membantu melindungi masyarakat melalui terciptanya kekebalan kelompok.

Memang pemberian vaksinasi tidak berarti anak benar-benar kebal seratus persen. Anak yang sudah divaksin masih bisa terkena rotavirus, tetapi gejalanya biasanya lebih ringan dan risiko komplikasi jauh berkurang. Oleh karena itu, vaksinasi tetap menjadi pilihan terbaik untuk mengurangi beban penyakit ini.

Kesehatan anak adalah investasi masa depan. Memberikan vaksin rotavirus sama artinya dengan memberi perlindungan dan kesempatan bagi anak untuk tumbuh sehat tanpa hambatan akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah. Orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk tidak hanya merawat ketika sakit, tetapi juga mencegah sebelum penyakit datang.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular