MEDIAAKU.COM – Eskalator menjadi fasilitas umum yang sering ditemui di pusat perbelanjaan, stasiun, dan bandara. Meski terlihat aman, eskalator tetap memiliki potensi risiko, terutama bagi anak-anak. Oleh karena itu, pengawasan orang tua sangat penting untuk mencegah kecelakaan.
Anak-anak belum memiliki kesadaran penuh terhadap bahaya di ruang publik. Mereka cenderung penasaran dan aktif bergerak, sehingga berisiko terpeleset, terjepit, atau kehilangan keseimbangan saat berada di eskalator.
Dalam buku “The Whole-Brain Child” karya Daniel J. Siegel dan Tina Payne Bryson dijelaskan bahwa anak belajar melalui pengalaman langsung dan arahan yang konsisten dari orang tua.Artinya, momen menggunakan eskalator dapat menjadi kesempatan edukasi. Orang tua dapat menjelaskan aturan sederhana seperti berdiri tegak, memegang pegangan tangan, tidak berlari, serta menjauhi sisi samping eskalator.
Beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan orang tua antara lain:
1.Menggandeng atau menggendong anak balita saat naik dan turun.
2.Memastikan tali sepatu anak terikat dengan baik.
3.Menghindari penggunaan gawai agar fokus pada anak.
4.Mengajarkan anak untuk segera melangkah saat mencapai ujung eskalator.
Selain itu, penting bagi orang tua untuk memberi contoh perilaku yang benar. Anak cenderung meniru. Jika orang tua berdiri dengan tenang dan tertib, anak akan mengikuti.Pengawasan bukan berarti membatasi kemandirian anak, melainkan memberikan rasa aman sekaligus pembelajaran tentang keselamatan.
Dengan perhatian, komunikasi, dan keteladanan, risiko kecelakaan dapat diminimalkan.Keselamatan anak adalah tanggung jawab bersama, namun pengawasan orang tua adalah perlindungan pertama dan utama. Jangan lengah, karena satu momen perhatian dapat mencegah risiko besar.(*/janu)

