MEDIAAKU.COM – Amazake adalah minuman tradisional Jepang yang sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Nama amazake berasal dari kata “amai” yang berarti manis dan “sake” yang berarti minuman fermentasi.
Meskipun mengandung kata sake, amazake umumnya tidak memabukkan karena sebagian besar dibuat tanpa alkohol atau hanya mengandung kadar alkohol yang sangat rendah. Minuman ini sering dikonsumsi oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Amazake biasanya dibuat dari beras yang difermentasi menggunakan koji, yaitu jamur Aspergillus oryzae. Proses fermentasi ini menghasilkan rasa manis alami tanpa tambahan gula.
Menurut buku “Japanese Food Culture” karya Naomichi Ishige, amazake telah menjadi bagian penting dari budaya makanan Jepang sejak periode Edo dan sering dikonsumsi saat musim dingin maupun pada perayaan tertentu, seperti festival Tahun Baru.
Selain rasanya yang manis dan lembut, amazake dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kandungan vitamin B, asam amino, dan serat menjadikan amazake sering disebut sebagai “minuman bergizi alami.”
Amazake juga mencerminkan nilai kesederhanaan dalam budaya Jepang. Minuman ini dibuat dari bahan yang sederhana, tetapi melalui proses yang teliti dan penuh kesabaran.
Hal ini sejalan dengan filosofi hidup masyarakat Jepang yang menghargai proses, ketekunan, dan keseimbangan dengan alam. Dari sini kita dapat melihat bagaimana sesuatu yang sederhana dapat memiliki nilai yang besar jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh.
Di tengah kehidupan modern yang serba instan, amazake mengajarkan bahwa kebaikan dan manfaat sering lahir dari kesabaran dan kesederhanaan. Selain itu, amazake juga mengingatkan kita untuk menjaga kesehatan dengan cara alami dan menghargai warisan budaya yang telah diwariskan oleh generasi sebelumnya.
Dengan memahami makna di balik amazake, kita tidak hanya menikmati rasanya, tetapi juga belajar tentang nilai hidup yang lebih dalam.(*/janu)

