MEDIAAKU.COM – Belajar memang sulit kalau fokus sering buyar. Kadang pikiran melayang, handphone terus berbunyi, atau lingkungan berisik.
Menurut buku “Smart Moves: Why Learning Is Not All In Your Head” oleh Carla Hannaford, menjelaskan bahwa belajar bukan hanya soal pikiran, tapi juga tubuh: gerakan, sensorik, dan lingkungan memengaruhi bagaimana anak menangkap dan menyerap informasi.
Agar belajar lebih efektif, penting untuk membangun konsentrasi bukan hanya sekali dua kali, melainkan sebagai kebiasaan.
Berikut ini beberapa cara berdasarkan penelitian dan panduan dari para ahli yang bisa kamu terapkan.
1.Ciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Tempat belajar ideal adalah yang tenang, rapi, dengan pencahayaan cukup, dan bebas dari gangguan seperti handphone, televisi, atau media sosial. Lingkungan yang bersih dan teratur membantu otak lebih mudah fokus pada materi belajar.
2.Atur waktu belajar dengan bijak.
Gunakan teknik seperti Pomodoro Technique yaitu belajar dengan sesi singkat (misalnya 25 menit), lalu istirahat 5 menit sebelum melanjutkan sesi berikutnya.
Teknik ini membantu otak tetap “segar” dan menjaga konsentrasi lebih lama. Tambahkan juga penetapan tujuan belajar yang jelas: misalnya “hari ini saya akan memahami satu konsep”, bukan sekadar “belajar saja”. Pendekatan seperti ini membantu otak tidak kewalahan dan lebih fokus.
3.Perhatikan kebutuhan fisik dan kesehatan.
Istirahat yang cukup, tidur 7–8 jam semalam, minum air putih secara teratur, dan makan makanan bergizi akan mendukung fungsi otak sehingga konsentrasi tidak mudah goyah.
Olahraga ringan sebelum atau setelah belajar juga bisa membantu menyegarkan tubuh dan pikiran, membuat fokus lebih mudah dipertahankan.
4.Batasi gangguan digital.
Di zaman sekarang, handphone dan media sosial sering menjadi penyebab utama hilangnya fokus.
Matikan notifikasi, jauhkan ponsel saat belajar, atau gunakan aplikasi pemblokir situs yang mengganggu. Dengan meminimalkan gangguan, kamu memberi kesempatan pada otak untuk benar-benar menyerap materi.
5.Terapkan cara belajar aktif.
Alih-alih hanya membaca atau menyalin materi, cobalah untuk menulis ulang dengan kata-kata sendiri, membuat rangkuman, atau menjelaskan kembali materi tersebut seolah kepada orang lain. Cara ini membantu memperkuat ingatan dan konsentrasi.
Konsentrasi bukan hanya soal kemauan bersungguh-sungguh untuk belajar hari itu saja melainkan soal membentuk kebiasaan, merawat tubuh dan pikiran, serta menciptakan lingkungan yang mendukung.
Bila kamu bisa konsisten merawat aspek fisik, psikologis, dan lingkungan belajar secara bersamaan, maka belajar tidak akan terasa membebani melainkan menjadi proses yang menyenangkan dan bermakna.(*/janu)

