Wednesday, March 11, 2026
HomeIbu dan AnakAntara Peduli dan Mengintai: Dilema Ibu dalam Menjaga Privasi Anak Remaja

Antara Peduli dan Mengintai: Dilema Ibu dalam Menjaga Privasi Anak Remaja

MEDIAAKU.COM – Masa remaja adalah masa perubahan besar, baik secara fisik, emosi, maupun cara berpikir. Pada fase ini, anak mulai membutuhkan ruang pribadi dan privasi.Namun, kebutuhan ini sering kali sulit dipahami oleh ibu. 

Banyak ibu merasa wajar untuk mengetahui segala hal tentang anaknya karena dorongan kasih sayang dan tanggung jawab.Di sisi lain, remaja merasa privasi adalah bagian penting dari proses menjadi mandiri.

Menurut psikolog perkembangan Erik Erikson, remaja berada pada tahap pencarian jati diri. Pada tahap ini, mereka berusaha mengenal siapa dirinya, apa yang ia pikirkan, dan apa yang ia rasakan.

Proses ini membutuhkan ruang aman, termasuk privasi, agar remaja bisa bereksplorasi tanpa merasa diawasi secara berlebihan.Ketika ibu terlalu sering memeriksa ponsel, membaca pesan pribadi, atau memaksa anak bercerita, remaja bisa merasa tidak dipercaya.

Ahli psikologi anak, Laurence Steinberg, menjelaskan bahwa keinginan remaja untuk menjaga privasi bukan berarti mereka ingin berbuat hal buruk.Sebaliknya, itu adalah tanda perkembangan yang sehat. Remaja belajar mengatur batasan, membuat keputusan sendiri, dan bertanggung jawab atas hidupnya.

Jika privasi tidak dihargai, hubungan ibu dan anak bisa menjadi renggang karena remaja cenderung menutup diri atau bahkan berbohong demi melindungi ruang pribadinya.Masalah ini sering muncul karena perbedaan sudut pandang. 

Ibu melihat pengawasan sebagai bentuk perlindungan, sedangkan remaja melihatnya sebagai pelanggaran kepercayaan.Dalam hal ini penting bagi orang tua memahami perasaan anak, bukan hanya mengatur perilakunya. Remaja ingin didengar dan dipahami, bukan sekadar dikontrol.

Ibu perlu belajar mempercayai anak dan menghargai privasinya, sementara remaja juga perlu memahami bahwa perhatian ibu lahir dari rasa sayang.Dengan saling menghormati batasan dan membangun kepercayaan, hubungan ibu dan anak dapat menjadi lebih hangat, sehat, dan saling mendukung dalam proses tumbuh dewasa.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular