Friday, March 27, 2026
HomeIbu dan AnakAntara Tren dan Tradisi: Mengapa Konflik Berpakaian Bisa Mengganggu Hubungan Ibu dan...

Antara Tren dan Tradisi: Mengapa Konflik Berpakaian Bisa Mengganggu Hubungan Ibu dan Anak?

MEDIAAKU.COM – Konflik gaya berpakaian antara anak dan ibu merupakan fenomena yang umum terjadi, terutama pada masa remaja. Pada fase ini, anak sedang berada dalam tahap pencarian jati diri. Menurut psikolog perkembangan Erik Erikson, remaja menghadapi krisis “identity vs. role confusion,” yaitu dorongan kuat untuk menemukan identitas pribadi.

Salah satu cara yang paling terlihat adalah melalui pilihan pakaian. Bagi anak, pakaian bukan sekadar penutup tubuh, melainkan simbol ekspresi diri, kebebasan, dan afiliasi sosial.Di sisi lain, ibu sering memandang pakaian dari sudut nilai, norma, dan keamanan.

Dalam buku “The Teenage Brain”, Frances E. Jensen menjelaskan bahwa otak remaja masih berkembang, terutama pada bagian pengambilan keputusan dan kontrol impuls. Hal ini membuat orang tua cenderung lebih protektif terhadap pilihan anak, termasuk dalam berpakaian. Ibu mungkin khawatir tentang penilaian sosial, keselamatan, atau citra keluarga.

Perbedaan sudut pandang inilah yang memicu konflik. Anak merasa dikontrol, sementara ibu merasa bertanggung jawab. Jika tidak dikelola dengan komunikasi yang sehat, konflik kecil soal pakaian bisa berkembang menjadi pertengkaran yang lebih besar.

Padahal masa remaja justru merupakan peluang emas untuk membangun hubungan yang lebih terbuka antara orang tua dan anak melalui dialog, bukan dominasi.Solusi terbaik bukanlah saling memaksakan kehendak, melainkan mencari titik temu.

Ibu dapat memberi batasan yang jelas namun tetap memberi ruang pilihan. Anak pun perlu belajar memahami kekhawatiran orang tua sebagai bentuk kasih sayang, bukan pengekangan.

Pada akhirnya, konflik gaya berpakaian bukan sekadar soal busana, melainkan tentang proses tumbuh, kepercayaan, dan komunikasi dalam keluarga. Dengan empati dan keterbukaan, perbedaan dapat menjadi jembatan pemahaman, bukan sumber perpecahan.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular