MEDIAAKU.COM – Pertanyaan seputar bolehkah penderita asam lambung minum susu kerap muncul, khususnya di kalangan orang dengan GERD atau maag. Banyak yang ingin tetap menikmati susu tanpa khawatir gejalanya kambuh. Agar tidak salah langkah, penting memahami bagaimana susu memengaruhi kondisi lambung berdasarkan penjelasan medis.
Susu sering dianggap mampu meredakan rasa perih di lambung. Namun, pada sebagian orang justru muncul keluhan setelah mengonsumsinya. Perbedaan ini membuat banyak penderita asam lambung merasa ragu dalam memilih minuman yang aman. Memahami fakta medis terkait susu dan asam lambung dapat membantu menentukan pilihan yang lebih tepat.
‎Melansir Alodokter, berikut Efek Susu terhadap Asam Lambung:
‎1.Memberikan rasa nyaman sementara
‎Kandungan protein dan kalsium dalam susu dapat menciptakan sensasi menenangkan di lambung. Pada beberapa orang, susu seolah melapisi dinding lambung sehingga rasa panas atau nyeri berkurang sesaat. Meski demikian, efek ini hanya sementara dan tidak menyelesaikan akar masalah naiknya asam lambung.
‎2.Lemak susu dapat memperburuk gejala
‎Jenis susu dengan kandungan lemak tinggi, seperti susu full cream, berpotensi memperlambat proses pengosongan lambung. Kondisi ini bisa meningkatkan tekanan di dalam lambung dan memicu produksi asam berlebih. Lemak juga dapat melemahkan katup antara lambung dan kerongkongan, sehingga asam lebih mudah naik dan menyebabkan heartburn.
‎3.Susu rendah lemak lebih ramah untuk lambung
‎Bagi penderita asam lambung, susu rendah lemak atau skim biasanya lebih mudah ditoleransi. Kandungan lemaknya yang lebih sedikit membuat risiko peningkatan asam lambung menjadi lebih kecil. Meski relatif aman, jumlah dan frekuensi konsumsinya tetap perlu dibatasi sesuai respons tubuh masing-masing.
‎4.Respons tubuh setiap orang tidak sama
‎Setiap individu dapat bereaksi berbeda setelah minum susu. Ada yang merasa keluhannya membaik, tetapi ada pula yang mengalami kembung, mual, atau nyeri di ulu hati. Intoleransi laktosa atau sensitivitas terhadap protein susu juga bisa menjadi pemicu memburuknya gejala.
‎5.Susu dengan rasa dan gula tambahan sebaiknya dihindari
‎Susu yang mengandung gula tinggi, cokelat, atau perisa buatan dapat memicu iritasi lambung. Gula berlebih berpotensi meningkatkan produksi asam lambung dan membuat rasa tidak nyaman semakin parah. Karena itu, susu plain tanpa tambahan apa pun lebih disarankan.
‎Sebagai alternatif, susu nabati seperti susu almond, kedelai, atau oat sering dianggap lebih ringan untuk lambung dibandingkan susu tinggi lemak. Meski begitu, setiap jenis susu memiliki komposisi berbeda dan respons tubuh tiap orang juga tidak sama. Cobalah secara bertahap dan amati efeknya.
‎Jika setelah minum susu keluhan justru semakin berat, sebaiknya hentikan konsumsi dan cari pilihan lain yang lebih sesuai. Untuk hasil yang lebih aman dan tepat, konsultasi dengan dokter tetap menjadi langkah terbaik agar penanganan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.(*/Stephany)

