MEDIAAKU.COM – Sejarah penggunaan ginseng berawal dari Asia Timur, terutama di Tiongkok dan Korea, ribuan tahun yang lalu.Tanaman ini dipercaya mampu menjaga kesehatan tubuh, meningkatkan energi, dan memperpanjang usia.
Kata “ginseng” berasal dari bahasa Tionghoa renshen yang berarti “akar manusia”, karena bentuk akarnya menyerupai tubuh manusia.Dalam catatan pengobatan tradisional Tiongkok, ginseng sudah dikenal sejak lebih dari 2.000 tahun lalu.
Salah satu tokoh penting dalam sejarah pengobatan herbal adalah Shen Nong, seorang ahli pertanian dan pengobatan legendaris Tiongkok. Ia disebut dalam buku klasik “Shen Nong Ben Cao Jing” sebagai orang yang pertama kali mengklasifikasikan tanaman obat, termasuk ginseng, sebagai herbal tingkat atas yang aman dikonsumsi dan bermanfaat untuk memperkuat vitalitas tubuh.
Pada abad ke-16, pengetahuan tentang ginseng semakin berkembang melalui karya Li Shizhen, seorang tabib dan ahli farmakologi terkenal. Dalam bukunya yang berjudul “Bencao Gangmu atau Compendium of Materia Medica”, Li Shizhen menjelaskan bahwa ginseng berfungsi untuk meningkatkan stamina, menenangkan pikiran, dan membantu pemulihan tubuh dari kelelahan.Buku ini menjadi rujukan penting dalam dunia pengobatan tradisional hingga sekarang.
Di dunia Barat, ginseng mulai dikenal pada abad ke-18. Seorang ahli botani asal Swedia, Carolus Linnaeus, memberikan nama ilmiah Panax ginseng. Kata “Panax” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “penyembuh segala penyakit”. Nama ini mencerminkan keyakinan masyarakat pada masa itu terhadap khasiat ginseng.
Penelitian modern kemudian dilakukan oleh para ilmuwan seperti Brekhman dan Dardymov dari Rusia, yang meneliti ginseng sebagai adaptogen, yaitu zat alami yang membantu tubuh beradaptasi terhadap stres.Hingga kini, ginseng masih digunakan dalam pengobatan tradisional dan modern.
Dari sejarah ginseng kita dapat belajar bahwa pengetahuan lama tidak boleh diremehkan. Kebijaksanaan nenek moyang, jika dipelajari dengan bijak dan diuji secara ilmiah, dapat menjadi pelengkap berharga bagi ilmu kedokteran modern. Alam menyediakan obat, dan manusia bertanggung jawab untuk menggunakannya dengan bijaksana serta penuh rasa hormat.(*/janu)

