MEDIAAKU.COM – Permainan ular tangga dikenal luas sebagai permainan tradisional yang sederhana namun sarat manfaat edukatif. Sejak diperkenalkan dari India kuno dan berkembang di berbagai negara, termasuk Indonesia, ular tangga tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media belajar yang efektif, khususnya dalam melatih kemampuan berhitung anak usia dini.
Dalam praktiknya, permainan ini menggunakan papan bernomor berurutan, biasanya dari 1 sampai 100, serta dadu untuk menentukan langkah. Setiap kali anak melempar dadu, ia harus menghitung jumlah titik dan menambahkan langkah sesuai angka yang muncul. Proses ini melatih kemampuan penjumlahan sederhana, pengenalan angka, serta konsep urutan bilangan.
Menurut Jean Piaget dalam bukunya “The Child’s Conception of Number”, anak usia sekolah dasar berada pada tahap operasional konkret, yaitu fase ketika mereka lebih mudah memahami konsep matematika melalui benda dan aktivitas nyata.
Ular tangga menjadi contoh konkret bagaimana angka tidak hanya simbol, tetapi bagian dari pengalaman bermain.Selain itu, Lev Vygotsky melalui teori Zone of Proximal Development dalam buku “Mind in Society” menekankan pentingnya interaksi sosial dalam proses belajar.
Saat bermain ular tangga bersama teman atau orang tua, anak belajar berhitung dengan bimbingan dan dukungan. Mereka juga belajar menunggu giliran, memahami aturan, serta menerima kemenangan dan kekalahan dengan sikap sportif.
Beberapa buku pendidikan anak usia dini juga menegaskan bahwa media permainan edukatif dapat meningkatkan motivasi belajar. Pembelajaran yang menyenangkan membuat anak lebih terlibat secara aktif dan emosional, sehingga materi lebih mudah dipahami dan diingat.
Ular tangga menghadirkan suasana santai dan kompetitif yang sehat, sehingga anak belajar tanpa merasa tertekan.Lebih dari sekadar berhitung, permainan ini juga melatih kesabaran dan kejujuran. Seperti dalam permainan, kegagalan bukan akhir segalanya, selalu ada kesempatan untuk mencoba kembali.
Oleh karena itu, sebagai orang tua dan pendidik, kita perlu memanfaatkan permainan sederhana seperti ular tangga sebagai sarana belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi anak.(*/janu)

