MEDIAAKU.COM – Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak untuk belajar bersosialisasi. Di dalam keluarga, saudara kandung memiliki peran penting dalam membentuk perkembangan sosial anak. Hubungan antara kakak dan adik tidak hanya sekadar hubungan darah, tetapi juga menjadi tempat anak belajar berinteraksi, berbagi, dan memahami perasaan orang lain sejak usia dini.
Menurut Hurlock dalam buku “Psikologi Perkembangan”, interaksi dengan saudara kandung memberikan pengalaman sosial yang nyata dan berlangsung setiap hari.
Anak belajar bergiliran, bekerja sama, serta menghadapi konflik secara langsung. Melalui pertengkaran kecil maupun permainan bersama, anak mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan mengendalikan emosi. Proses ini membantu memahami aturan sosial yang nantinya akan berguna saat berinteraksi di lingkungan yang lebih luas, seperti sekolah dan masyarakat.
Saudara kandung juga berperan sebagai teman bermain sekaligus model perilaku. Kakak sering menjadi contoh bagi adik dalam berbicara, bersikap, dan menyelesaikan masalah. Jika hubungan antar saudara terjalin dengan baik, anak cenderung memiliki rasa empati dan kepedulian yang tinggi.
Anak yang terbiasa berinteraksi positif dengan saudara kandung biasanya lebih mudah menjalin hubungan pertemanan di luar rumah karena telah terbiasa memahami perbedaan dan bekerja sama.
Namun, hubungan saudara kandung tidak selalu berjalan harmonis. Persaingan, kecemburuan, dan konflik sering muncul, terutama jika perhatian orang tua dirasa tidak seimbang. Kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan sosial anak apabila tidak ditangani dengan baik.
Anak bisa menjadi agresif, menarik diri, atau sulit mengendalikan emosi. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam membimbing anak agar mampu menyelesaikan konflik secara sehat dan adil.
Dengan bimbingan yang tepat, konflik antar saudara justru dapat menjadi sarana belajar yang berharga. Anak belajar meminta maaf, memaafkan, serta memahami sudut pandang orang lain.Pengalaman ini memperkuat keterampilan sosial dan emosional anak dalam jangka panjang.
Saudara kandung bukanlah pesaing, melainkan mitra dalam proses tumbuh dan belajar. Hubungan yang hangat, adil, dan penuh kasih di dalam keluarga akan membantu anak berkembang menjadi individu yang mampu bersosialisasi dengan baik, menghargai orang lain, dan memiliki empati dalam kehidupan bermasyarakat.(*/janu)

