MEDIAAKU.COM – Generasi Z dikenal sebagai generasi yang melek teknologi dan adaptif. Namun, di balik keunggulan tersebut, banyak dari mereka menghadapi tantangan dalam mengatur keuangan. Berbagai riset menunjukkan bahwa faktor ekonomi, sosial, hingga kurangnya edukasi menjadi penyebab utama. Merangkum dari berbagai sumber dan ASIC, berikut penjelasan lengkapnya:
1.Biaya Hidup Semakin Tinggi
Salah satu tantangan terbesar bagi Gen Z adalah meningkatnya biaya hidup. Banyak dari mereka merasa pengeluaran bulanan lebih besar dari yang diperkirakan, terutama untuk kebutuhan sehari-hari seperti makanan, tempat tinggal, dan transportasi.
Cara mengatasinya:
Mulailah membuat anggaran sederhana (budgeting) dan prioritaskan kebutuhan dibanding keinginan. Mengurangi pengeluaran kecil seperti makan di luar juga bisa berdampak besar.
2.Pendapatan yang Terbatas
Sebagian besar Gen Z berada di awal karier, sehingga penghasilan yang diperoleh masih relatif kecil. Bahkan lebih dari setengah merasa gajinya belum cukup untuk memenuhi gaya hidup yang diinginkan.
Cara mengatasinya:
Cari sumber penghasilan tambahan seperti freelance atau bisnis kecil. Selain itu, biasakan menyisihkan uang meski jumlahnya kecil untuk tabungan.
3.Kurangnya Literasi Keuangan
Banyak Gen Z tidak mendapatkan pendidikan keuangan yang cukup, baik di sekolah maupun lingkungan sekitar. Akibatnya, mereka kurang memahami cara mengatur uang dengan baik.
Cara mengatasinya:
Mulai belajar keuangan dari sumber terpercaya, seperti buku, kursus online, atau konsultan keuangan. Hindari hanya mengandalkan media sosial sebagai sumber utama.
4.Pengaruh Media Sosial dan Gaya Hidup
Media sosial sering menampilkan gaya hidup mewah yang tidak selalu realistis. Hal ini mendorong sebagian Gen Z untuk mengikuti tren dan berbelanja secara impulsif demi terlihat “selevel”.
Cara mengatasinya:
Batasi konsumsi konten yang memicu perbandingan sosial. Fokus pada kondisi finansial pribadi dan tetapkan tujuan keuangan jangka panjang.
5.Mudahnya Akses Kredit dan Transaksi Digital
Kemudahan teknologi finansial membuat Gen Z lebih mudah berbelanja, bahkan berutang. Akses kredit yang cepat bisa meningkatkan risiko pengeluaran berlebihan dan jebakan utang.
Cara mengatasinya:
Gunakan fitur pembayaran digital secara bijak. Hindari penggunaan “pay later” jika tidak benar-benar diperlukan, dan selalu perhatikan kemampuan bayar.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Gen Z sebenarnya memiliki keinginan kuat untuk memperbaiki kondisi finansial mereka. Namun, tanpa pemahaman yang tepat, hambatan seperti biaya hidup tinggi, literasi rendah, dan pengaruh sosial bisa membuat pengelolaan keuangan menjadi sulit.
Dengan meningkatkan pengetahuan, disiplin dalam mengatur pengeluaran, serta memanfaatkan teknologi secara bijak, Gen Z dapat membangun kondisi keuangan yang lebih stabil di masa depan.(*/Stephany)

