MEDIAAKU.COM – Bagi banyak orang yang sedang menjalani pola makan sehat, istilah cheat day terdengar seperti hadiah mingguan. Konsepnya sederhana: satu hari khusus untuk menikmati makanan favorit di luar aturan diet. Strategi ini populer karena memberi ruang kebebasan sehingga program penurunan berat badan terasa lebih ringan dan tidak menekan secara mental.
Melansir FatBurnerJournal, Pada dasarnya, cheat day dimanfaatkan sebagai cara menjaga motivasi. Ketika seseorang tahu ada waktu tertentu untuk menikmati makanan kesukaan, ia cenderung lebih disiplin menjalani pola makan sehat di hari lain. Selain itu, jeda seperti ini juga bisa membantu mengurangi rasa bosan akibat rutinitas diet yang monoton.
Namun di balik manfaatnya, cheat day juga memiliki sisi yang perlu diwaspadai. Tanpa kontrol porsi, seseorang bisa mengonsumsi kalori berlebihan dalam satu hari hingga meniadakan defisit kalori yang sudah dibangun selama seminggu.
Tidak jarang pula muncul efek fisik sementara seperti kembung, lelah, atau rasa bersalah setelah makan berlebihan. Bahkan pada sebagian orang, kebiasaan ini berpotensi memicu pola makan tidak terkontrol jika tidak dilakukan dengan kesadaran.
Karena itu, banyak ahli menyarankan alternatif yang lebih moderat, yakni cheat meal, bukan satu hari penuh, melainkan satu kali makan bebas. Cara ini dinilai lebih aman karena asupan kalori tetap lebih mudah dikendalikan tanpa mengganggu ritme diet secara keseluruhan.
Kunci utama menjalankan cheat day sebenarnya bukan pada jenis makanan, melainkan pada cara menyikapinya. Menentukan jadwal sebelumnya, tetap memperhatikan porsi, dan menikmati makanan dengan sadar dapat membuat strategi ini tetap sejalan dengan tujuan kesehatan.
Kesimpulannya cheat day bisa menjadi alat bantu diet yang efektif jika digunakan secara bijak. Ia dapat menjaga keseimbangan antara disiplin dan fleksibilitas. Tetapi jika dijadikan ajang “balas dendam makan”, hasilnya justru berlawanan dengan tujuan awal. Diet yang berhasil bukan yang paling ketat, melainkan yang paling konsisten dan realistis untuk dijalani.(*/Stephany)

